Belajar Mandiri

Salah satu hal yang harus siap kita lakukan saat memutuskan akan migrasi ke negara maju adalah belajar mandiri. Rata-rata negara maju seperti Australia ini gaji seorang asistent rumah tangga (mba) itu sangat tinggi, jadi kecuali kamu adalah orang kaya atau bagian dari orang kaya yang bisa menikmati kekayaan tersebut unlikely bisa memiliki jasa seorang asisten rumah tangga disini. Jadi, buat kalian yang tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah lebih baik timbang dua kali sebelum migrasi ya hehehe…

Kami sejak memutuskan untuk migrasi sudah mulai latihan handle pekerjaan rumah selama di Jakarta. Tidak ada gengsi ataupun bisa tidak bisa karena semua kembali kepada kemauan. Saya sendiri pun tidak menganggap itu adalah tugas istri saja atau sebagian besar tugas istri. Kami bagi rata dan apa yang bisa kami kerjakan ya kami kerjakan. Jadi, untuk kalian yang merasa gengsi dengan pekerjaan rumah silahkan timbang 4 kali ya sebelum migrasi hehehe…

Sejak kami pindah dan menetap disini, tugas saya ya cuci piring, bersih-bersih rumah, bantu istri masak, dsb selama hari kerja, hari libur atau sabtu/minggu. Jadi setiap pulang kerja saya cuci piring, pagi sebelum berangkat kerja saya buang sampah dulu, sabtu pagi saya vacum karpet dan lantai rumah lainnya lalu saya nge-pel, sikat wc dan tempat shower, bersih-bersih wastafel dan bantu siapin bahan kalau istri masak. Wah cape donk? Bohong kalau saya bilang ga cape, tapi kembali lagi pada kemauan, dan karena hal itu dilakukan dengan sebuah niat jadi lebih banyak hal baik yang timbul menggantikan rasa cape yang ada 🙂 salah satunya jadi lebih akrab sama istri karena saling bantu kan… itu mesra loh hahaha…

Lah terus tugas istri apa? Wah… ga kebayang deh, dia dapat tugas non-stop 24 jam, yaitu… and yes… urus anak. Jangan pandang remeh loh yang namanya urus anak, apalagi kalian yang pakai jasa babysitter atau ortu buat bantu. Urus anak ga sekadar kasih makan, mandiin, kasih tidur dan cebokin doank… harus siap dengan perhatiin sisi mentalnya, psikisnya, menanamkan budi pekerti, etika, dan segudang ajaran lainnya untuk melengkapi bekal mereka saat beranjak besar. Belum lagi harus menghadapi mereka dll. Walaupun itu adalah privileged dan ya… tetap itu cape bingitssss… harus siap lahir batin surga dunia roh jinawi selama 24 jam setiap hari tanpa libur. Ga percaya? Coba tes aja sebulan tanpa babysitter, ortu dan bantuan lainnya sama sekali selain suami. Selain itu masih harus cuci baju dan urus hal lainnya dirumah.

Saya sendiri juga ikut bantu urus anak, tapi tetep aja istri bakalan menghabiskan waktu lebih banyak sama mereka secara saya kan harus kerja. Jadi, pulang kerja kadang liat dia kucel, kumel dan manyun itu sudah harus maklum karena sering kali makan saja sampai telat.

Bagusnya, semua itu membuat kita jadi lebih mandiri, bisa punya waktu lebih banyak dengan anak-anak karena tidak habis di jalan gara-gara macet. Sekalipun nanti saat anak-anak sudah sekolah fulltime semua dan istri bisa kerja, tetap waktu bersama mereka masih bisa dijaga karena disini istri punya pilihan kerja part time dan tidak harus terlalu berjibaku dengan kemacetan.

Bicara tentang macet, kemaren salah satu kolega saya bilang kalau Melbourne sekarang macet, saya setiap hari bawa mobil jadi ngerti maksud dia apa, tapi tetap saja ga ada apa-apa nya dibanding Jakarta hahaha…

Jadi saat dia bilang Melbourne sekarang macet, saya bilang “you should driving in Jakarta, mate, that what we called traffic jam”

Eh dia jawab “no mate, it’s not traffic jam, it’s disaster”

Ngookk…. saya pun berlalu ke meja kerja saya….

Ngomong-ngomong ini artikel kedua saya hari ini. Entahlah tiba-tiba pengen nulis. Selamat berakhir pekan dan harap maklum untuk bahasa inggris nya hahaha… 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s