Titik Embun

Pagi ini, ditengah dinginnya suhu kota Melbourne yang cantik yang memang sudah masuk ke tengah musim dingin yang mengusik sendi, saya duduk mengamati wajah – wajah damai yang tertidur dengan pulas disekitar saya. Ada perasaan damai yang tidak terbantahkan dan terlukiskan melalui kata-kata yang masuk memenuhi relung – relung hati, dan setelah itu saya pun beranjak keluar kamar setelah melengkapi diri dengan 1 tambahan sweeter hangat untuk menghalau rasa dingin yang pastinya lebih menggoda lagi diluar sana.

Saya duduk termenung di sofa kami di ruang tamu, memandang ke jendela dan mengamati burung – burung liar yang sedang lompat kesana kemari bercanda satu dengan lainnya di dahan – dahan pohon yang tepat berada di depan jendela unit yang kami sewa.

Tanpa sadar, pikiran saya bergerak liar ke masa lampau, membayangkan kehidupan yang sudah kami lewati sebelumnya. Kami memiliki kehidupan yang baik di Jakarta yang kami raih dengan susah payah, berkecukupan walaupun tidak berlebihan, dan memiliki rumah mungil yang nyaman. Kehidupan di Jakarta saat itu bisa dibilang nyaman, kami bisa jalan-jalan walaupun harus berjibaku dengan macet, bisa makan diluar seminggu sekali jika mau walaupun kadang hanya di foodcourt yang sudah tidak murah juga sekarang, bisa main-main ke tempat wisata. Sampai suatu hari saya kemudian entah kesambet apa jadi mikir untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik seperti lingkungan yang lebih bersih dari polusi, lebih tertib, lebih ga macet, dan lebih aman untuk membesarkan anak-anak saya. Dan dimulailah perjalanan kami mengejar impian paling liar yang pernah saya miliki sepanjang hidup saya.

Saat ini, kami sudah berada di Australia mengejar impian kami untuk anak – anak kami. Banyak yang bertanya sampai hari ini kenapa saya mau melepaskan apa yang sudah saya raih dan miliki hanya untuk pindah ke Australia, sampai saat ini pun jujur saya tetap tidak menemukan jawaban untuk menjawab keberanian dari langkah yang saya ambil ini, saya hanya merasa jika saya harus mengambil langkah ini untuk mewujudkan impian bagi anak – anak kami dan bagi kami sendiri karena mencari kualitas hidup yang lebih baik… ya… kualitas hidup bukan kekayaan. Salah satu langkah paling nekat dalam hidup saya untuk kehidupan keluarga saya, bagi kehidupan anak-anak kami. Gimana ga nekat? saya beneran memulai semua ini tidak dengan finansial yang kuat, tidak pernah ke Melbourne sebelumnya, memulai dengan 1001 rasa galau, kawatir, was was, kalau bukan karena kekuatan doa, iman kami yang masih fana dan jalan yang diberikan oleh Tuhan semua ini ga akan terjadi.

Kami tidak memulai dengan mulus loh… dulu saat kami nekat kesini pertama kali sempat hampir tinggal di jalanan, sempat harus mikir sampai berkali-kali hanya untuk beli susu buat anak atau beli makanan, sempat pulang ke Jakarta lagi, sempat down banget dan mikir untuk terima nasip saja kalau memang tidak bisa migrasi. Dan awal kami disini yang kedua kalinya, seperti yang pernah saya tuliskan di artikel sebelumnya, juga tidak mudah, memang kami memulai dengan lebih baik karena belajar dari pengalaman dan saya pun selalu berdoa kepada Tuhan untuk diberikan jalan memulai yang lebih baik jika memang migrasi ke Australia adalah jalan terbaik bagi keluarga saya (sekali lagi kekuatan doa dan iman membuktikan), tapi sesampainya disini ternyata banyak hal lain yang memang harus saya hadapi dan lakukan untuk penyesuaian sampai sempat membuat saya frustasi dan depresi. Saya sendiri pun tidak mengerti apa yang membuat demikian, mungkin perasaan tidak aman yang timbul karena pengalaman getir yang pernah saya alami dulu saat ditinggal (alm) Papa turut berperan membuat perasaan saya naik turun seperti roller coaster dan memperburuk gegar budaya yang saya alami.

Sekarang semakin kesini saya semakin menyadari, jika disini memang memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kami, bagi keluarga kami, bagi perkembangan kedua anak-anak kami. Memang kami belum memiliki kehidupan senyaman yang dulu kami miliki di Jakarta, tapi saya semakin yakin dari hari ke hari jika kami pasti bisa bertahan dan membangun kehidupan disini.

Apa yang saya capai sampai hari ini, saya tidak pernah sekalipun pernah duga bisa saya raih sebelumnya. Yang saya lakukan sebelumnya hanyalah bermimpi dan mengejarnya tanpa tahu akan mencapainya atau tidak, dengan tetap berdoa dan pasrah kepada-Nya. Jujur, saya sendiri kadang tidak percaya jika saya sudah berada di titik ini. Dia sungguh baik karena sudah memberikan begitu banyak peluang dan kesempatan, baik dan buruk sebagai pembelajaran hidup bagi saya dan keluarga. Saya hanya memiliki setitik iman dan berusaha sekuatnya untuk tetap percaya serta tetap menjaga hal itu selama mungkin dalam setiap tarikan napas saya.

Lalu apakah kami menyesal mengambil langkah ini? dulu saat saya sedang down sempat saya berpikir apa saya salah mengambil jalan ya… saat itu istri saya berkata kepada saya “jika Tuhan sudah memberikan PR kepada kita, dan sudah membawa kita sampai kesini, Dia pasti ada rencana untuk kita dan tidak akan meninggalkan kita begitu saja”. Kalimat itu sangat kuat dan sangat menolong, membuat saya bisa berusaha bangkit lagi, dan tentu saja pada akhir nya kami berdua selalu saling mengingatkan jika kami mengambil langkah ini demi anak-anak, demi kualitas hidup yang kami kejar.

“jika Tuhan sudah memberikan PR kepada kita, dan sudah membawa kita sampai kesini, Dia pasti ada rencana untuk kita dan tidak akan meninggalkan kita begitu saja”

Sekarang, kami akan memulai langkah kami yang sebenarnya disini, perjalanan kami yang sebenarnya baru saja dimulai, kami mulai membangun kehidupan kami sedikit demi sedikit di kota cantik nan dingin ini. Saling melengkapi dalam menghadapi hambatan ataupun kesulitan. Saling menguatkan dan mengingatkan impian kami berdua setiap saatnya. Dan, tidak lupa untuk selalu berdoa, berserah dan bersyukur kepada-Nya.

Langkah yang memulai perjalanan “gila” ini, benar – benar menarik sekaligus sangat menegangkan. Titik – titik adrenalin yang meletup – letup menghiasi setiap langkah kami disini yang secara tidak sadar sudah sampai di bulan ke 6, dan di setiap titiknya kami menemukan begitu banyak hal baru baik itu positif maupun negatif sebagai pembelajaran. Dan juga, menghiasi setiap keputusan yang kami ambil terutama yang memiliki resiko tinggi. Perjalanan ini akan menjadi salah satu perjalanan paling seru dalam lembaran kehidupan kami, terlepas dari proses nya yang naik dan turun, kami percaya jika semua ini akan berakhir dengan baik pada saat nya nanti, apapun itu hasilnya.

Hidup hanya sekali, kami ingin keluar dari zona nyaman kami, keluar dari cangkang kami, keluar melihat dunia luar, merantau ke tanah seberang dan berusaha memberikan yang terbaik bagi hidup anak-anak kami, walaupun tidak ada yang mengatakan jika merantau itu mudah, yang kami lakukan hanya bangun dan mengejar impian kami, dan menyerahkan selebihnya kepada Dia.

Selamat berakhir pekan.

Advertisements

2 Replies to “Titik Embun”

  1. Jo…. gue suka dengan blog mu… gue sll baca blog mu…
    Gue suka dengan kebranianmu menggapai impian… menurut gue karena usaha itulah hidup qt jd bermakna dan berkualitas…
    Melbourne kota yg sgt indah… sangat bersih… keputusan yg tepat utk anak2mu
    Tetap semangat melangkah ke depan Jo
    Jangan menengok ke belakang sedikitpun…
    Percaya dan mengandalkan Tuhan adlh keputusan yg Tepat.
    Selalu berdoa
    Selalu dalam lindungan dan berkat Tuhan
    Selamat berakhir pekan juga….

    Like

    1. Thank You Mona, iya kota ini cantik :). GBU Mona, tetap semangat mengejar impian lu juga ya, tidak ada yang mustahil kalau Dia sudah berkehendak.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s