S

Dua hari ini, suhu di Melbourne mulai turun kearah minus di pagi hari. Dinginnya itu bener-bener membuat kaget, karena baru kali ini saya merasakan rasanya berada di titik Nol bahkan terasa minus.

Turunnya suhu ini membuat ujung-ujung jari baik kaki maupun tangan terasa sakit, ya… salah saya juga sih karena keluar tanpa kaos kaki dan sarung tangan hahaha… maklum baru pertama kali hidup di Negara 4 musim dan saat musim dingin.

Iseng-iseng saya coba keluar mau panasin mesin mobil karena hari ini kami ada rencana mau keluar menghadiri undangan yam cha dari salah satu saudara dari mama mertua disini. Dan… kaca mobil saya ada es nya, jadi saya naik lagi ke unit saya untuk mengambil air untuk menyiram kaca mobil agar tidak merusak wiper saat digunakan untuk menghalau air di kaca depan mobil.

Saya coba keluar ke jalan, dan… ternyata mobil yang diparkir di pinggir jalan lebih parah, 1 kaca depan full tertutup es tipis. Dan saat saya lihat penunjuk suhu di dashboard ternyata suhu diluar memang berada di titil Nol.

Pengalaman pertama hidup dan berada ditengah musim dingin seperti ini membuat saya bersyukur, karena saya tidak pernah menyangka mampu membawa keluarga saya menjalani kehidupan di negara maju dan 4 musim seperti ini. Ini dulu hanyalah sebuah impian, yang kadang saya gunakan untuk mengobati kegalauan hati saat sedang susah membeli makan siang atau malam. Saat ini… saya malah sedang berada ditengah impian saya dan sedang menjalaninya.

Semoga Tuhan memberi kesempatan hidup disini selama mungkin. Hidup ditengah udara bersih, lingkungan yang tertib, ditengah kicau burung liar yang riang yang menandakan damainya lingkungan disekitar mereka.

Disini, kehidupan memang terasa lebih baik dan makmur, tapi kenapa masih ada orang susah? Karena mereka tidak tahu diri (jika menurut saya pribadi), pemerintah sini tidak akan membiarkan warganya mati kelaparan atau tidak bisa berobat saat sakit. Jika masih ada yang susah, itu antara mereka memang manja dan malas, memilih jalan narkoba, atau mentalnya yang memilih untuk menjadi orang susah.

Ahh…. sudah 24, eh… 34

Hari ini, masuk ke angka 34. Selamat ulang tahun ya sayang… banyak bersyukur kepada-Nya untuk semua hal baik dan buruk yang sudah terlewati, untuk kesehatan, untuk keluarga yang utuh, untuk anak-anak yang baik, dan untuk… ehm… ehm… suami yang sering nekat kalau sedang ngejar mimpi hahahaha….

Semoga kamu tetap sehat, tetap bahagia, dan semakin baik setiap harinya agar bisa dampingi saya sampai akhir nanti. Dan menemani saya merajut mimpi serta mengejar cakrawala.

Masih teringat dulu… waktu merayakan ultah mu yang ke 22 (di tahun ketiga kita pacaran), 12 tahun lalu. Kita berdua yang masih begitu sing-set-jes nya, tertawa senang memotong kue ultahmu tanpa tahu akan seperti apa kehidupan kita di tahun-tahun berikutnya kedepan, kita saat itu hanya pasrah dan menjalani apa yang bisa kita jalani kedepan.

Tidak pernah sekalipun terbayang jika kamu akhirnya benar-benar ber-ulang tahun di Melbourne (begitu juga kedua anak kita bulan-bulan lalu) untuk pertama kalinya. Terimakasih untuk dukungan dan motivasinya di awal-awal kita pindah kesini, yang sangat membantu untuk melewati saat-saat sulit, yang sekarang sudah begitu membaik dan membaik… dan semoga terus membaik…

Agar kita bisa mulai merancang langkah berikutnya membangun impian kita disini untuk kedua anak kita…

Sekali lagi selamat ulang tahun ya… peluk dan cium… 🙂