Kawan dan kawan

Beberapa waktu lalu kami dikunjungi oleh kawan saya saat SMA. Hal yang tidak terduga sebetulnya.

Kunjungan yang sangat membantu saya mengatasi culture shock yang masih terus mendera dan mengganggu saya di dunia kerja. Mereka sharing banyak hal, becanda ria dan saling menguatkan.

Saya sebetulnya sudah betah tinggal disini, culture shock saya lebih kearah pekerjaan karena entah kenapa masih ada perasaan tidak percaya diri saat harus berhadapan dengan hal teknis lagi terutama teknologi baru. Kemampuan mengejar dan belajar pun sudah tidak secepat dulu, ya… memang itu bukan alasan, karena hal itu sama saja dengan membangun tembok tinggi untuk melindungi perasaan tidak nyaman diri sendiri yang pasa akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri.

Beberapa minggu ini, seorang kawan baik saya saat kuliah dulu mengajak kami setiap minggu berkunjung dan melakukan beberapa hal di beberapa tempat. Sebuah kegiatan yang juga sangat menolong saya melewati swing mood yang masih sering terjadi.

Juga kami beberapa kali ikut acara di KKI (sebuah perkumpulan Katholik Indonesia di Melbourne) yang juga sangat menolong proses yang sedang saya lalui ini.

Mereka sangat welcome dan mau sharing pengalaman mereka. Mau memberikan dorongan dan masukan-masukan bagaimana cara yang mereka lakukan dulu saat berada di posisi culture shock seperti saya.

Tuhan kadang ber-nubuat dengan cara-Nya yang khas dan unik. Dan yang kita butuhkan hanyalah peka dan percaya.

Semoga keadaan yang sudah semakin membaik ini bisa saya pertahankan dan jaga agar bisa semakin membaik. Agar kami bisa selama mungkin hidup disini untuk membesarkan kedua anak kami.

Bukan karena Ahok dipenjara tapi karena kami ingin anak-anak kami mendapatkan peluang untuk hal-hal yang lebih baik yang memang belum bisa didapatkan di tanah air saat ini. Salah satu contohnya adalah tidak adanya tindakan Rasis yang ekstrim karena Agama dan Ras.

Advertisements