Tags

, , , ,

Sejatinya, saya sedang dalam posisi melawan culture shock yang sedang dan masih saya alami saat ini, berat…

Saya beruntung memiliki kawan-kawan yang selalu membantu saya (baik lewat telepon maupun chatting) melewati hari-hari dimana saya sedang mengalami shock, yang kadang biasa saja tapi kadang begitu kuatnya mengguncang hati dan pikiran saya. Saya tidak menginginkan hal ini, sangat tidak… akan tetapi hal psikologis seperti ini berada diluar kuasa saya untuk mengatur kapan datang dan kapan pergi, yang bisa saya lakukan hanya bertahan dan melawan.

Saya juga beruntung karena memiliki seorang istri yang begitu tangguh menghadapi perubahan besar ini, sekaligus menghadapi perubahan yang terjadi dalam diri saya yang sedang berusaha saya lawan. Tidak mudah… sangat tidak mudah, tapi saya harus bisa melawannya.

Setiap pagi, saya selalu berdoa, mengeluh, bercerita, dan memohon kepada Nya yang saya percaya. Saya minta agar saya dibantu, saya berusaha mengumpulkan semua hal positif dan baik untuk membantu saya, dan saya berusaha menyibukan diri saya dipekerjaan untuk mengalihkan pikiran saya.

Saya seperti berada diantara… diantara baik dan buruk yang terjadi begitu saja dalam pikiran saya… diantara kuat dan tidaknya saya menahan semua yang berpusar dikepala saya… diantara ingin dan tidaknya saya berada disini… diantara masa lalu dan masa kini… diantara Jakarta dan Melbourne…

Menurut banyak orang yang saya ajak bicara, ini sangat normal terjadi pada orang yang mengalami perubahan besar seperti saya… dan memang hal ini tidak mengenakan…

Saya… berusaha menikmati dan berdamai dengan psikologis ini, dan melawan di setiap titik yang bisa saya lawan… demi anak-anak saya… demi keluarga kecil saya… demi masa depan kedua anak saya…

Saya harus bisa keluar dari diantara.

Advertisements