Hal-hal baru di Australia (1)

Setelah beberapa lama di Australia, saya mulai menemukan hal-hal baru disini, hal-hal yang kadang membuat kagum, kadang bikin ketawa.

Pasar

Disini, pasar yang menjual barang-barang segar seperti sayuran, buah dan daging-dagingan ternyata tidak semua berbentuk pasar seperti bayangan kami. Dulu, saat kami tinggal di Thornbury, kami sering ke pasar segar di Preston, pasar nya lebih mirip kompleks toko ketimbang pasar tradisional seperti yang sering kami temui di Jakarta. Pasarnya bersih, tertata dan ada tempat duduk untuk makan di tengah-tengah. Toko yang menjual daging-dagingan dikelompokan jadi 1 bagian, dan memiliki sekat. Nah, kali ini saat kami tinggal di Balwyn, kami pun mencoba mencari pasar segar di daerah sini. Konyolnya, kami ternyata pernah melewati pasar tersebut 3 kali saat mengurus sesuatu di Centerlink (pasarnya ternyata disebelah centerlink) dan tidak menyadari jika kami melewati sebuah pasar. Setelah sebulan lebih kami baru sadar ternyata yang sering kami lewati itu adalah pasar hahaha…, pasarnya ternyata lebih bersih lagi, dengan pintu kaca, didalam nya lebih seperti supermarket daripada pasar sih…

Acara TV anak-anak

Disini ada 1 channel khusus untuk acara anak-anak, namanya ABC Kids. Seharian penuh semua acaranya adalah acara anak-anak, mirip seperti disney junior kalau di TV langganan di Jakarta. Bedanya, disini kita tidak perlu langganan dan acaranya hanya sampai jam 7 malam saja.

Budaya antri

Budaya antri di Australia sangat kuat, bisa terlihat dari orang yang akan naik transportasi umum akan menunggu semua penumpang turun terlebih dahulu sebelum mereka berusaha merangsek masuk dan saat masuk pun tertib tidak saling dorong dan sikut seperti naik KRL atau Busway di Jakarta hahaha… Selain itu, di setiap lampu lalu lintas 99,9% kendaraan akan berhenti di belakang garis stop, ya… ada beberapa yang tidak tapi sangat sedikit. Dan disini kadang ada 2 lampu lalu lintas dalam jarak 500 meter sebelum persimpangan, jadi ada 1 lampu lalu lintas di persimpangan dan dibelakang nya dalam jarak 500 meter ada 1 lampu lalu lintas lagi, biasanya lampu lalu lintas ganda begini ada di tempat yang memiliki penyebrangan pejalan kaki dan pengguna tram, dan jika lampu lalu lintas sebelum penyebrangan sudah merah, walaupun didepan sebelum lampu lalu lintas persimpangan kosong mereka tetap berhenti. Seandainya di jalanan Jakarta juga begitu ya… #ngarepdotcom. Begitu juga di tempat-tempat umum, mereka menunjukan budaya malu jika menyerobot.

Pejalan kaki dihargai

Selama tinggal di Australia, saya sangat mengagumi cara penduduk sini memperlakukan pejalan kaki, selama kita ikut aturan, menyebrang pada tempat dan waktu nya, kita sebagai pejalan kaki benar-benar diperlakukan seperti raja, bahkan dibeberapa titik yang tidak memiliki lampu lalu lintas tapi ada zebra cross, kendaraan akan berhenti dan memberi pejalan kaki kesempatan untuk menyebrang.

Manula, anak-anak dan penyandang cacat

Di Australia, khususnya di Melbourne, hampir seluruh fasilitas umum dibangun dengan mempertimbangkan manula, anak-anak dan penyandang cacat. Terutama anak-anak, disini saya merasakan sekali anak-anak sangat diperhatikan, banyak fasilitas yang dibangun untuk anak-anak, seperti taman-taman dibangun dengan fasilitas bermain, bahkan perpustakaan pun sampai mengadakan acara-acara khusus di hari-hari tertentu untuk anak-anak. Dan, kami tidak tahu ditempat rekreasi lain, tapi kami beberapa kali ke kebun binatang disini kami agak heran, karena justru di hari libur, tanggal merah, dan liburan sekolah anak-anak gratis, tapi jika di hari sekolah anak-anak bayar hahaha…

Minum dari keran

Disini, air minum bisa langsung di minum dari keran, di tempat-tempat rekreasi dan jalan-jalan utama biasanya terdapat titik-titik keran air minum yang bisa diambil gratis. Airnya segar (bagi saya) dan terasa lebih murni daripada air galonan yang saya konsumsi di Jakarta sana. Karena disini air bisa diminum, sampai menyiram taman saja ada aturannya dari pemerintah, karena disini penduduk nya memang dibimbing untuk bisa menjaga alam dan tidak serta merta membuang-buang sumber daya alam untuk hal-hal yang sebetulnya tidak diperlukan.

Errr… Buang A** B****

Nah, khusus yang satu ini juga baru, disini ga ada air yang bisa kita semprot atau gunakan untuk bilas-bilas kalau abis serangan fajar atau sekedar fhifhis… Semua menggunakan tissue hehehe… jadi ya pintar-pintar lah menjaga diri #eh membawa diri saat harus menuaikan kewajiban yang satu itu, kalau saya biasanya berusaha agar buang a** b**** dilakukan di pagi hari, dan abis itu langsung mandi jadi kan sekalian bersih-bersih, atau di malam hari sebelum mandi hahaha… apalagi disini kalau sedang dingin biasanya mandi hanya sekali, antara pagi atau malam (saya milih malam sih jadi pas tidur sudah bersih).

Tertib

Disini bisa dibilang sangat tertib, nyebrang jalan, antri, buang sampah ditempatnya, sampai-sampai jika ada emergency semua memberi jalan kepada ambulance, mobil polisi, atau pun mobil pemadam kebakaran. Bahkan saat sedang macet dan ketiga jenis kendaraan itu lawan arah, pengguna jalan disini tetap minggir dan memberikan jalan. Hemm… membayangkan di Jakarta dulu dimana sedang macet parah lalu ada sirine dari belakang minta jalan tapi tidak berdaya karena sudah tidak ada ruang, eh setelah lewat ternyata kawal-kawalan orang kaya atau mobil orang kaya yang dipakaikan sirine, disini aturan nya ketat jadi jangan harap bisa nguang-nguing seenak jidat kalian mau sekaya apa juga. Apalagi kalau sampai ada mobil ambulance/ polisi/ pemadam yang tidak sedang urgent tapi berani menyalakan sirine, err… ga tahu deh bakal diapain itu petugasnya.

Takut hukum eh… taat hukum

Penduduk di Australia, masing-masing sudah mengerti konsekuensinya jika melanggar hukum. Memang, masih ada ditemui pejalan kaki bandel yang nyebrang sembarangan, mobil yang tidak berhenti dibelakang garis stop dsb nya. Yang membedakan adalah disini hukum nya tegas dan lebih jelas, salah ya di denda, ga mau di denda ya masuk penjara. Selama mengikuti aturan kita bisa klaim jika kita benar, tapi saat terjadi sesuatu dan kita tidak dalam aturan yang benar jangan harap kita bisa menjadi benar walaupun kita diposisi yang dianggap lebih lemah, misalnya kita jalan kaki nyebrang sembarangan lalu ditabrak mobil, jangan harap kita jadi pihak benar karena kita jalan kaki seperti di Negara kita hehehe…

Tanggal merah

Nah, satu ini juga baru nih. Disini ternyata tidak semua tanggal merah sama untuk semua negara bagian. Seperti hari ini Melbourne di negara bagian Victoria adalah hari buruh dan libur, tapi di Sydney sana yang berada di negara bagian NSW tidak libur dan hari buruh nya di tanggal lain. Jadi tidak semua tanggal merah berlaku di seluruh Australia hehehe…

Itulah hal-hal baru yang saya temui disini, seru-seru sih, kadang suka senyum-senyum sendiri (kaya orang stress ya?) kalau sedang mengalami hal-hal itu atau melewatinya. Tapi yang pasti, saya bersyukur karena diberi kesempatan hidup di Negara tertib dan bersih seperti Australia, ya mungkin saya merasa disini tertib dan bersih karena Indonesia masih belum setertib dan sebersih disini, semoga suatu hari nanti kita juga bisa setertib dan sebersih ini ya…

Nah itulah hal-hal baru yang saya rangkum selama disini, nanti saya tambah lagi jika ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s