Lunch Time

Hari ini, kepala saya benar-benar penuh. Pekerjaan yang bertubi-tubi datang dan harus diselesaikan belum lagi harus mempelajari cara menjalankan tugas karena menggantikan kawan yang akan berlibur 4 minggu di akhir bulan membuat saya jadi benar-benar merasa kelabakan, tugasnya terlihat mudah tapi ternyata tidak mudah dan sangat menuntut ketelitian.

Tapi semua itu membuat saya senang, eits… jangan langsung berpikiran negatif dulu. Saya tidak sedang carmuk atau apapun di pekerjaan. Bagi saya pekerjaan hanyalah salah satu cara/jalan bagi kita untuk berkontribusi dan mengembangkan keahlian.

Saya senang karena dengan kesibukan yang tinggi itu waktu jadi cepat berlalu. Selain itu saat kita mendapatkan tugas, kita memiliki kesempatan untuk berbuat salah, iya… berbuat salah, karena dari kesalahan itu kita akan belajar banyak hal dan melatih banyak hal, tentunya jika bisa tanpa melakukan kesalahan hehehe…

Sebetulnya saya ada 1 target lagi, yaitu mempelajari system microsoft, karena kebetulan 2 kemampuan utama saya malah banyak di Cisco, Nortel dan Avaya. Dan sekarang saya mulai menguasai Cyberoam dan 3CX. Jadi mau ga mau ya curi-curi waktu untuk belajar Microsoft, system yang sebetulnya lebih mudah tapi njelimet (bingung kan…).

Apapun itu, kemaren saya mendapatkan masukan mengenai makan siang. Selama ini saya selalu makan siang di meja kerja, karena sambil makan siang saya bisa mencoba menyelesaikan beberapa hal. Kemaren salah satu kawan kerja meminta saya untuk makan siang di meja umum (meja di dekat ruang tamu yang memang dipakai untuk umum) dan setelahnya keluar jalan-jalan di taman seberang kantor yang memiliki banyak pohon rindang. Dia mengatakan jika kita tetap butuh break time dan itu harus dilakukan. Benar-benar beda budaya ya… lalu barusan terjadi tadi sore, saya masih berusaha menyelesaikan beberapa hal, salah satu kawan kerja saya yang lain meminta saya pulang dan melanjutkan besok. Hahaha… okey mate, see you tomorrow!

Ya… kerja di Australia benar-benar menekankan keluarga dan kesehatan. Disini, jika kita cuti atau ijin untuk keperluan keluarga, tidak akan diminta no telp yang bisa dihubungi atau diminta memantau email. Cuti ya cuti… titik!

Begitu juga saat pulang kerja, kerja cukup 8 jam sehari, setelah itu waktunya untuk pribadi dan keluarga.

Hahh… saya sungguh beruntung, semoga Tuhan memberikan jalan agar saya bisa berkontribusi dan berkarir selama dan setinggi mungkin disini.

Sekarang saya mau makan malam dulu setelah tadi sempet dag dig dug karena istri nelpon memberi kabar jika kompor listrik nya tidak berfungsi, yang ternyata setelah mendengarkan kronologi cara dia mengoperasikan kompor yang menyalakan 2 titik masak dan oven sekaligus, saya langsung curiga ke 3 hal, yang pertama sekeringnya pedot karena tidak kuat walaupun hal ini sangat tidak mungkin mengingat QC negara ini cukup ketat, yang kedua saya curiga ke saklar MCB di panel listrik utama yang njeplak karena lemah syawat dihajar tarikan watt sedemikian besar dalam waktu singkat, dan ketiga karena kompor nya memang sudah butuh belaian tukang buat dibenerin.

Yang ternyata…. karena nomor dua… haiyahh…. untung saya lulusan elektro (ga nyambung kan…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s