Tags

, , ,

Anak-anak ku, perjalanan saya mengejar apa yang saya impikan tidak dilalui dengan mudah. Dari bawah saya merangkak, dan saat mama kalian mulai mengandung AL, saya pun memberanikan diri merajut sebuah impian paling mustahil dalam hidup saya, yang lucunya justru impian tersebut mulai bisa saya raih, setidaknya langkah pertama dan kedua sudah masuk dan yang dibutuhkan adalah melanjutkan langkah ini sampai batas cakrawala sana (jika Dia yang Maha segalanya memberikan ijin).

Anak-anak ku, mungkin saat nanti kalian sudah besar, tidak akan ada warisan benda apapun dari saya untuk kalian kecuali sebuah usaha sekeras mungkin agar kalian bisa mendapatkan kesempatan menimba ilmu setinggi mungkin, dan bisa belajar dari pengalaman saya sebanyak mungkin. Karena hanya kedua hal itulah yang akan bertahan terus hingga akhir napas kalian.

Perjalanan saya meraih apa yang saya impikan ini, yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk melepaskan segala hal yang sudah saya raih di Jakarta dan membangun lagi semuanya dari awal di Melbourne, tidak dilakukan dengan mudah. Bahkan sampai sekarang pun, jujur… saya masih sering merasa jika ini jalan yang sangat melelahkan, dan memang sangat melelahkan walaupun sangat layak untuk diperjuangkan. Semua ini saya lakukan bukan demi kenyamanan kami berdua, tapi demi kalian, demi masa depan kalian, demi kehidupan kalian yang kami percaya (semoga) bisa lebih baik kelak. Pengalaman ini memberikan banyak pelajaran, dan masih terus memberikan pengajaran bagi kami, dan biarkan saya membagikan beberapa hal kepada kalian sebagai bekal perjalanan hidup kalian sekarang dan kelak.

my-sons

Anak-anak ku, tetaplah tersenyum saat kalian berada di saat-saat sulit. Tidak ada yang bilang hidup itu akan mudah kecuali kita membuatnya mudah. Dalam hidup, tidak ada yang abadi, oleh sebab itu tersenyum, bersyukur dan nikmati lah saat-saat keadaan sedang baik dan menyenangkan karena hal itu tidak akan bertahan selamanya, dan tetaplah tersenyum kepada keadaan yang buruk karena hal itu pun tidak akan bertahan selamanya, dan jangan lupa bersyukur saat keadaan sedang tidak baik karena hal itu juga menjadi bagian yang membentuk kita kelak, tergantung pada reaksi kita terhadap keadaan itu, baik pada keadaan buruk maupun tidak.

Anak-anak ku, janganlah berada terlalu lama dalam sebuah luka, keadaan memang kadang dan sering kali akan sangat menyakitkan bagi kita dan meninggalkan luka yang begitu dalam dan perih. Tapi, percayalah semua itu akan berlalu pada waktu nya, jadi tetaplah melangkah, jangan berada dalam luka itu terlalu lama, karena pada saatnya nanti luka itu akan menjadi bekas luka, dan jadikanlah bekas luka itu sebagai sebuah pembelajaran dan kebanggaan karena kalian sudah berhasil melewatinya daripada menjadikannya sebagai pengingat yang membuat kalian tetap berada didalamnya.

Anak-anak ku, selalulah berpikir positif dalam setiap keadaan kalian, apapun yang kalian lakukan, baik itu baik maupun buruk, orang lain akan menemukan cara untuk memujimu jika mereka menyukaimu, dan menemukan cara untuk mencelamu jika mereka tidak menyukaimu. Jadi janganlah terganggu dengan semua suara disekeliling kalian, biarkan semua itu sebagai masukan dan bahan pertimbangan, tidak lebih tidak kurang, tetaplah positif karena pada akhirnya bukanlah pendapat mereka yang menentukan akhir dan hasil dari langkah kalian, tapi keputusan dan sikap kalian sendirilah yang menentukan hal itu.

Anak-anak ku, janganlah mudah menyerah, hidup tidak akan berada diatas permukaan yang rata dan tanpa hambatan, karena jika hal itu terjadi maka napas kalian sudah dicabut oleh-Nya, ngertikan kenapa detak jantung memiliki simbol pulsa naik dan turun? Karena itulah hidup, kadang kita menikmati euforia kemenangan dan keberhasilan kita saat berada diatas, dan sering kali pula kita harus melalui kejatuhan dan kegagalan saat berada dibawah, hanya 1 yang pasti anak-anak ku, hasilnya tergantung pada apa yang kalian putuskan saat itu, jika kalian putuskan untuk melangkah terus maka kalian pasti bisa melewatinya dan berhasil, tapi jika kalian putuskan untuk berhenti dan keluar maka kalian sudah kalah dan menyerah pada keadaan sulit itu, ingat tidak ada yang abadi di dunia ini. Tidak ada orang sukses di dunia ini yang meraih kesuksesan mereka dengan melalui karpet merah dan mendapatkan nya diatas nampan emas. Dan ingatlah selalu jika Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hamba-Nya .

Anak-anak ku, janganlah pernah melupakan dan mengecewakan mama kalian, mama kalian ini benar-benar membuat saya tidak bisa tidur tenang selama dia mengandung kalian. Keadaan fisik dia yang tidak seperti wanita lain pada umumnya, membuat saya berdebar-debar sampai kalian sudah lahir dengan normal dan tidak kekurangan apapun, dan mama kalian dalam keadaan sehat, perjuangan yang dia lalui sudah cukup tanpa harus ditambah dengan hal-hal lain yang kalian buat untuk menyusahkannya. Percayalah, melantunkan Novena 3 salam maria tanpa henti selama 9 bulan 10 hari itu tidak mudah, dan itu kami lalui demi kalian dan mama kalian. Belum lagi dia mau melepaskan karir arsitek dia dan menjadi seorang ibu rumah tangga demi membesarkan kalian, jika kalian merasa mudah menjadi seorang ibu rumah tangga, cobalah seminggu menjadi bapak rumah tangga kelak saat sudah punya anak, percayalah itu tidak mudah karena saya sudah mencobanya dan (jujur saja) menyerah jika harus dalam jangka panjang.

Anak-anak ku, ingatlah untuk selalu menjadi orang yang bertanggungjawab, terlebih jika kalian sudah memutuskan akan menikah dan menjadi kepala keluarga. Menjadi laki-laki itu mudah, kalian tinggal tumbuh setiap tahunnya sambil melebatkan janggut kalian dan menyongsong hari tua kalian, tapi… menjadi seorang pria itu sulit luar biasa, kalian butuh tingkat kedewasaan di hampir semua hal, dan banyak dari hal itu hanya bisa kalian dapatkan dari pengalaman hidup kalian terutama dalam hal-hal sulit. Jadilah pria yang bertanggungjawab terhadap keluarga dan dalam setiap keputusan yang sudah kalian ambil, karena kedua hal itu menentukan cara pandang (yang tulus) orang lain kepada kalian.

Terakhir, kami (terutama saya) tidak sedang berinvestasi terhadap kalian, berbakti kepada kami cukup dengan menjadi orang yang bertanggungjawab terhadap hidup kalian, tidak menyakiti orang lain, dan tidak meninggalkan Tuhan. Kami tidak menuntut apapun dari kalian untuk dikembalikan kepada kami dalam bentuk apapun, cukup jalankan 3 hal itu kami sudah bisa tenang menikmati masa tua kami. Jika kalian ada waktu, jenguklah kami atau ajaklah kami ngobrol ringan. Tapi, berkonsentrasilah pada kehidupan dan keluarga kalian karena jalan kalian masih sangat panjang dan yang harus kalian perjuangkan masih sangat banyak. Hal ini bukan berarti kami tidak ingin kalian jaga saat tua, tapi lebih kepada kami tidak ingin menuntut dan membuat kalian memiliki beban, jika kalian mampu kami akan terima, tapi jika kalian tidak melakukannya kami akan mengerti. Karena apa yang sudah kami lalui dan perjuangkan dari kalian lahir sampai mandiri kelak, adalah tugas dan kewajiban kami kepada Tuhan karena sudah meminta kepada Nya untuk mempercayai kami membesarkan kalian, bukan karena kami sedang berinvestasi terhadap kalian untuk mendapatkan timbal balik kelak atau menuntut kalian melakukan hal yang sama, bukan. Berbakti bisa dilakukan dengan banyak cara, dan ini cara yang kami inginkan. Cukuplah dengan melakukan 3 hal diatas dan mengingat kami, kami sudah bahagia.

Anak-anak ku, kita hidup hanya sekali dan berlalu dengan cepat, janganlah membuatnya sia-sia. Berjuanglah dan berbahagialah, tidak ada 1 hal pun di dunia fana ini yang lebih mahal dari berbahagia, karena untuk mencapai kata “bahagia” itu kalian harus banyak menerima, berani berkata cukup, banyak bersyukur dan banyak berserah kepada-Nya.

Dan, setiap kalian sedang berada dalam kesulitan ingatlah selalu pada Matius 6:24-34. Ingatlah jika Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, yang perlu kita lakukan hanya satu anak-anak ku, percaya dan berserah kepada Dia.

Advertisements