Tags

, , ,

Hari ini, saya menyempatkan diri ke gereja KKI di Box Hill. Karena ini hari minggu dan Gereja tersebut hanya ada Bus Line sebagai akses public transport, hasilnya kami jalan kaki dari Box Hill central ke Gereja karena pada hari minggu bus hanya lewat 1 jam sekali, haiyahh…. Ga terlalu jauh sih, 20 menit jalan kaki. Masalahnya jalan yang naik turun dan bawa anak kecil 2 orang ini yang menjadi tantangan tersendiri.

Hari ini, saya serasa di “sentil” karena ayat alkitap yang dibawakan saat misa tadi membahas mengenai “hal kawatir” Matius 6:24-34.

Memang, beberapa minggu ini sejak kami sampai ke Melbourne, saya sering dirudung rasa kawatir, kawatir ini dan itu, dari hal agak penting sampai yang tidak penting sama sekali.

Kepindahan kali ini, membuat saya belajar banyak hal lainnya, belajar untuk pasrah, belajar untuk cuek, dan yang paling penting belajar untuk bersyukur.

Pesan-pesan yang tersimpan saat kami pulang tahun 2015 lalu, ditambah proses yang terjadi selama 2016, dan kembalinya kami ke Melbourne 2017, membuat saya masih berusaha mencari benang merah yang menghubungkan ketiga peristiwa ini yang saya percaya pasti memberikan banyak makna bagi kehidupan kami khususnya saya secara pribadi.

Apapun itu… yang kali ini harus saya lakukan adalah berhenti merasa kawatir dan menyerahkan sepenuhnya kepada Dia yang selalu menjadi dinding dan penolong sejati saya. Lalu menjalani semua ini dengan legowo dan woles, dan kemudian mengucapkan rasa syukur untuk semua hal yang terjadi, yang bisa menjadi pembelajaran bagi jalan kehidupan kami kedepannya.

Saya harus belajar mengurangi rasa kawatir (karena saya masih manusia yang memiliki rasa kawatir) dan banyak bersyukur. Untuk semua hal yang sudah terjadi dalam kehidupan kami.

Advertisements