Tags

, , ,

Setelah minggu lalu pusing setengah nungging karena ngebut mempelajari semua hal mengenai system telephony baru yang dipercayakan ke saya untuk di upgrade sekalian dibenahi semua konfigurasinya, pagi tadi akhirnya saya diminta untuk mempresentasikan system tersebut di company meeting yang diadakan setiap jumat pagi.

Ada rasa puas karena bisa berkontribusi, walaupun terus terang hal ini pun masih membuat saya merasa belum melakukan apapun karena bidang utama yang menjadi bisnis perusahaan ini masih belum sepenuhnya saya kuasai. Belum lagi kendala budaya kerja yang sedikit banyak berpengaruh dan membuat saya harus melakukan banyak penyesuaian terutama di “gaya” baik kerja maupun sosialisasi dari orang-orang disini.

Belum lagi saya yang cukup diperhitungkan saat di Jakarta jadi merasa seperti anak bawang saat disini, ditambah lagi 2 keahlian utama saya yang menurut saya tidak mudah untuk dikuasai bukan hal yang dibutuhkan saat ini, ya… saya memang sudah seharusnya siap dengan hal ini karena saat di awal pun sudah diberitahu jika saya harus mempelajari hal baru. Maklum saya masih manusia.

Hahh… semua ini ternyata memang tidak mudah, ya… saya pun tidak bilang ini akan mudah. Banyak hal terlepas dari hal teknis yang harus saya sesuaikan. Hal-hal abstrak tidak berbentuk tapi berpengaruh seperti hal sederhana yang disebut “interaksi”. Cara interaksi yang biasa saya lalui dengan segala “unggah-ungguh” nya selama di Jakarta, tidak berlaku disini. Kadang jadi kikuk dan serba salah sendiri, ya… memang semua butuh waktu dan proses.

Sulit atau sulit semua ini harus bisa saya atasi, demi kedua anak saya, demi keluarga saya, demi istri saya. Saya harus bisa membuat impian saya yang mulai terwujud ini agar bisa mencapai garis akhir yang sebetulnya nun jauh ada di cakrawala sana. Hemm…

Hal-hal baik yang saya lihat setiap hari seperti tertib nya pengguna jalan, budaya malu yang masih mengakar kuat, bersihnya kota ini, hijaunya tempat tinggal dan jalan yang harus dilalui saat kerja, segarnya udara dan air disini, pelayanan kesehatan yang sangat profesional walaupun gratis, dan sekolah yang luar biasa saat harus berhadapan dengan anak kecil membuat saya memiliki banyak alasan baik untuk tidak menyerah dan tidak menyerah.

Ya… saya tidak boleh menyerah, tidak boleh menyerah pada diri saya. Saya harus bisa mengalahkan diri saya sekali lagi seperti yang sudah sudah…

Saya harus bisa… harus bisa…

Advertisements