Tags

, , , , , ,

Hari ini, kami genap 10 hari berada di Melbourne, dan semalam kami melihat purnama pertama kami disini. Kehidupan disini sangat berbeda dengan di Jakarta, banyaknya fasilitas publik yang disediakan oleh pemerintah, sungguh sangat membantu kami melakukan banyak hal. Misalnya, fasilitas taman yang disediakan membantu kami menghibur anak-anak saat mereka bosen, juga fasilitas transportasi publik yang hampir selalu tepat waktu membantu orang seperti saya yang harus kerja tapi belum memiliki kendaraan pribadi.

Tahun ini kami kembali lagi ke Melbourne di bulan Februari, dan kedatangan kami saat ini disaat masih musim panas (Desember – Februari), sebagai manusia tropis yang tidak akur dengan suhu dingin, hal ini sangat membantu kami melakukan penyesuaian. Karena datang dari kota yang nyaris selalu panas sepanjang tahun, penyesuaian dari panas ke dingin relatif lebih mudah daripada dari dingin ke panas. Kami mencoba lagi untuk kembali karena ingin memberikan pendidikan yang lebih baik (menurut kami) kepada kedua anak kami, pendidikan yang lebih menekankan etika dan sosial daripada ilmu pasti, dan pendidikan yang mengarahkan anak-anak agar lebih kreatif daripada menghafal. Anak pertama kami AL, sangat senang saat melalui hari pertama sekolah dia hari Jumat kemarin, kelihatan sekali dia menikmati prosesnya dan memaksa sekolah lagi hari ini, hari ini kan libur AL… hahaha…

whatsapp-image-2017-02-11-at-08-25-35

Dan hal lainnya kami juga ingin memiliki waktu bersama keluarga yang berkualitas yang tentunya sulit didapatkan di Jakarta karena panjangnya waktu yang dihabiskan dijalan karena macet. Diluar itu, rendah nya polusi air dan udara juga lingkungan yang nyaris sangat tertib, transportasi publik yang lebih manusiawi, dan kehidupan yang relatif lebih tenang menjadi point tersendiri kenapa kami berjuang kembali kesini demi anak-anak.  Yang menarik lagi adalah disini anak-anak kami tidak menjadi anak mall hahaha… mereka bisa bermain di Taman yang memang dibangun banyak sekali di kota ini. Mereka bisa mengenal alam, bermain di alam terbuka, dan relatif lebih aman. Disini taman benar-benar banyak, jadi kotanya rindang dan hijau, dan ada 1 taman yang bagus dekat rumah kami, kurang lebih 10 menit jalan kaki.

whatsapp-image-2017-02-08-at-19-44-20-1

whatsapp-image-2017-02-11-at-08-25-35-4whatsapp-image-2017-02-11-at-08-25-35-3whatsapp-image-2017-02-11-at-08-25-35-1

whatsapp-image-2017-02-11-at-08-37-59Disini adalah negara dimana burung-burung pun bebas becanda satu dengan lainnya ditengah-tengah manusia. Setiap pagi, setiap kami bangun dari tidur kami, suara kicau burung selalu menyambut pagi kami… Indah dan damai ya….

Oke, sekarang saya ingin bercerita mengenai pekerjaan. Saya sudah melalui minggu pertama saya bekerja disini. Saya bekerja di salah satu perusahaan IT yang arah bisnis nya lebih ke arah jasa. Untuk produk yang dipegang pun terus terang agak jauh dari keahlian yang saya miliki di networking, akan tetapi saya selalu percaya semua bisa di pelajari, yang saya butuhkan hanya waktu dan kesempatan walaupun hal teknis sudah banyak saya lepas dalam 4 tahun terakhir.

Bekerja disini sebagai profesional, kita dituntut untuk benar-benar bekerja secara profesional. Jadi tidak ada ngobrol, main game, chatting, atau apapun selama bekerja kecuali ada sesuatu yang mendesak. Disini selama jam kerja, kita benar-benar dituntut se-efektif dan se-efisien mungkin karena diluar jam kantor, kita tidak diganggu lagi kecuali kita yang berinisiatif melakukan pekerjaan atau ada sesuatu yang mendesak yang harus kita kerjakan, dan perhitungan lembur kita langsung berjalan per 15 menit, lalu per 30 menit setelah 3 jam pertama (setiap perusahaan beda aturan ya). Di setiap meja, memiliki 1 laptop dengan 2 monitor besar untuk membantu kita memonitor perkembangan kasus yang terjadi dan melakukan troubleshooting, dan kami bekerja sebagai 1 team untuk mengejar tingkat kepuasan customer, seru sih…

Di perusahaan saya ini, setiap jumat boleh menggunakan pakaian santai seperti kaos oblong, jeans dan sepatu kets (kecuali harus bertemu klien), setiap jumat juga biasanya diadakan acara-acara kebersamaan seperti BBQ bersama, meeting mingguan yang dibawakan santai, dan yang lebih membuat kaget adalah hampir setiap jumat jam 4 sore 1 mangkok chips diberikan di setiap meja dan ditanya “want drink beer?” dan diberikan sebotol kecil heinneken Hahaha… langsung saya bertanya kepada rekan kerja saya dan dia bilang setiap jumat memang tidak banyak tiket yang masuk, jadi kita kerja agak santai tapi tetap serius dan menyiapkan beberapa hal untuk hari senin depan, wow… benar-benar beda ya budaya kerja nya, dan saya masih berada dalam zona working culture shock.

Setiap hari, saya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk pergi kerja dan 30 menit untuk pulang. Saya berjalan kaki ke stasiun tram sekitar 5 menit melewati jalanan yang banyak pohon nya dan di iringi kicau burung yang sahut menyahut, udara yang sejuk dan jalanan yang sangat menghormati pejalan kaki. Jika saya menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih membutuhkan waktu 5 – 10 menit. Waktu tidak banyak terbuang di jalan apalagi karena macet. Jadi, setiap hari waktu bersama keluarga jadi lebih banyak. Dan karena kemaren adalah jumat pertama (weekend pertama) saya bekerja, saya menyempatkan diri mengajak keluarga ke City, sekalian saya ingin bernostalgia di depan salah satu ikon Melbourne yaitu Flinder station. Masih terang ya? iya… disini setiap summer matahari tenggelam jam 8.45 malam hahaha…

whatsapp-image-2017-02-11-at-08-25-35-5whatsapp-image-2017-02-11-at-08-25-35-2

Kehidupan seperti inilah yang ingin saya kejar, kehidupan yang bisa memiliki work and life balance, kehidupan di lingkungan yang lebih tenang dan aman, kehidupan yang memberikan rasa cukup, kehidupan tanpa rasa kawatir jika kita sakit parah karena pemerintah melindungi kita dengan pelayanan kesehatan (yang profesional, disini beda dengan BPJS, semua kasus yang sudah menyangkut nyawa langsung ditindak tanpa ba bi bu… and no cost at all), kehidupan dimana kita bisa melihat anak-anak kita tumbuh setiap harinya yang tentunya dengan baik.

Ya… kami masih dalam masa transisi, belum benar-benar melebur kedalam kehidupan disini sepenuhnya dan tentunya masih dalam keadaan culture shock. Setiap pagi, saya selalu melantunkan doa kepada penolong saya untuk membantu saya agar bisa memberikan kehidupan kepada keluarga saya disini selama mungkin, agar selalu membantu saya melewati hari-hari sulit disini.

1 hal yang pasti, saat mendengar anak pertama saya bercerita mengenai pengalaman sekolah dia dengan riang gembira, dan mendengarkan cerita istri mengenai feedback dari guru AL di hari pertama sekolah, ada rasa syukur yang tidak bisa tersusun dalam kalimat dalam hati saya, terimakasih untuk semua ini Tuhan… terimakasih karena sudah membantu saya mewujudkan impian saya menyekolahkan anak kami di Australia… selalulah mendampingi langkah kami…

Advertisements