Tags

, ,

Ada beberapa hal yang terasa sulit saat saya memutuskan untuk migrasi (lagi) ke Australia untuk mengejar impian saya bagi kedua putra saya. Hal-hal sulit ini terlepas dari proses mendapatkan PR itu sendiri, tapi setelah PR di tangan.

Yang tersulit, tentu saja mendapatkan pekerjaan tetap maupun kontrak. Rata-rata orang membutuhkan 6 sampai 12 bulan dalam posisi sudah di Australia untuk bisa mendapatkan pekerjaan, dalam hal ini pekerjaan decent ya bukan casual. Untuk yang satu ini sudah saya lewati karena saya mendapatkan nya justru saat berada di Jakarta dan terjadi dalam waktu yang tidak terduga, hal terkeren dalam perjalanan saya mengejar impian ini.

Lalu apa yang kedua? Bagi saya yang kedua tersulit adalah mendapatkan sewa rumah karena saya pergi langsung 1 keluarga (lagi). Mengapa sulit? Karena saya tidak dalam posisi berada di Australia dan saya tidak memiliki history menyewa sebelumnya. Landlord atau pemilik properti biasanya tidak mudah memberikan properti nya untuk kita sewa. Beruntung nya saya adalah ada beberapa orang baik disana yang sukarela menjadi on behalf saya baik dalam inspeksi maupun (mudah2an bisa) dalam tanda tangan dokumen saat berhasil mendapatkan tempat tinggal yang bisa disewa, dan juga ada beberapa kawan yang bersedia menjadi reference baik professional maupun personal.

Sampai sekarang sudah ada beberapa properti yang saya apply online dari sini, tapi sampai sekarang masih belum ada kabar… duh mabok… sampai ga bisa tidur saya memikirkan tempat tinggal ini.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa mendapatkan tempat tinggal. Dan setelah itu… giliran penyesuaian, isi rumah pelan-pelan yang akan menjadi tantangan berikut nya.

Seru sihh… perjuangan yang menarik dan bisa menjadi coretan cerita masa tua, walaupun memusingkan… hahaha…

Semoga Tuhan memberkati jalan kami kali ini… dan kami dibantu mendapatkan tempat tinggal sebelum harus terbang kesana. 🙂

Advertisements