Tags

, ,

Pagi ini, di long weekend yang sedang berlangsung ini, saya malah tidak bisa tidur lama. Entah kenapa setelah tidur 3 jam saya terbangun dan tidak bisa tidur lagi.

Beberapa pemikiran berkiblat dalam kepala saya dan sedetik demi sedetik semakin membuat terang kedua mata saya yang masih sayu ini karena kurang tidur.

Prosesi kedua sudah saya lalui, walaupun terus terang saya tidak terlalu yakin dengan hasilnya. Ada 1 atau 2 kesalahan yang saya lakukan selama proses kedua ini dan menurut saya cukup fatal. Ya… apapun itu hasilnya, seperti yang selalu saya lantunkan dalam doa saya setiap pagi, saya serahkan pada Nya. Karena saat prosesi pertama pun saya tidak yakin sebetulnya, tapi ternyata hasilnya malah diminta maju ke prosesi kedua, semoga keberuntungan saya masih berlanjut. Walaupun kalau membayangkan banyak nya prosesi yang harus dilalui (semua 5 – 8) sebetulnya begah juga.

Natal sudah semakin dekat, saya sedang memikirkan beberapa cara untuk memanjakan diri di Natal tahun ini. Jangan berpikir uang saya sudah tidak terbatas hahaha… bukan… bukan karena itu, saya hanya berusaha mengatur apa yang saya miliki dan mencari lebih nya tanpa mengorbankan seluruh waktu saya bersama keluarga, dan sepertinya sampai saat ini cukup berhasil menjaga hal itu. Setidaknya saya menjalani hidup dan yang paling penting… saya belajar menikmati hidup sebelum lonceng kehidupan saya sebagai tanda akhir berbunyi nyaring.

Kembali kepada cara memanjakan diri, tahun ini saya kepikiran beberapa hal yang agak unik, yang jujur saja belum pernah terpikir sebelumnya. Tadinya mau saya tulis disini tapi kok kesannya kurang bijak hehehe… sudahlah biarkan itu semua menjadi rahasia saya dan keluarga kecil saya saja.

Semakin mendekat ke penghujung tahun, membuat saya semakin merasa takjub. Takjub dengan cepatnya waktu berlari meninggalkan kita. Rasanya… kok semakin sedikit waktu yang tersisa untuk melakukan hal-hal yang berguna, baik bagi diri sendiri, bagi keluarga maupun bagi Tuhan. Loh… untuk mencari uang kok tidak disebut? harta saya tidak disana, sehingga hati saya pun tidak disana. Saya tidak mengingkari jika saya butuh uang, tapi saya belum melihat harus mengorbankan segala sesuatu hanya untuk mengejar dan menumpuk uang. Masih banyak cara yang lebih bijak untuk melakukan itu, dunia kan sudah canggih sekarang.

Satu yang tersisa dari tahun ini adalah sebuah harapan yang saya jaga agar tidak padam, yang sekarang memberikan beberapa titik cahaya yang masih terjaga. Semoga di tahun berikut nya, cahaya-cahaya tersebut semakin jelas dan terang.

Keluarga lah… kebahagiaan ku, Tuhan lah… dinding terakhir ku.

 

Advertisements