Sejarak Pandang

Natal… tinggal sejarak pandang.

Saat-saat yang begitu dinantikan juga masuk dalam permenungan.

Natal… hari yang damai, dan memberi warna lain dalam kehidupan saya.

Begitu banyak impian yang ingin saya capai, di sela begitu banyak natal yang berlari kebelakang meninggalkan hal-hal yang remang-remang.

Pernah beberapa kali saya berkata kepada istri saya, sebelum mata ini tertutup untuk menghadap Nya, saya ingin mengalami white christmas agar bisa merasakan natal dibawah belaian salju yang turun indah dan gemulai.

Natal… yang tahun lalu nyaris saya lewatkan di kota indah dan nyeni bernama Melbourne di Australia. Yang kemudian malah jadi natalan di Jakarta karena beberapa hal. Tahun ini… Natal pun kami rayakan di Jakarta lagi.

Tidak mengapa, natal di Jakarta adalah natal yang indah, karena kami berada di tengah keluarga yang meriah.

Akankah Natal tahun berikutnya kami rayakan di kota lain disana? Tuhan punya rencana… rancangan dia… terlalu indah untuk dibantah, karena hal itu adalah yang paling sesuai bagi kita.

Jika hal itu terjadi, sungguh luar biasa cara Dia merancang rencana Nya. Dan tentu, sungguh rendah kami yang selalu mempertanyakannya.

Sulitnya memiliki Iman walaupun hanya sebesar biji sesawi saja…. dan itu benar adanya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s