Tags

,

​Beberapa waktu lalu… seorang kawan lama tiba-tiba menghubungi saya via WA. Obrolan yang dimulai dengan “apa kabar Jo?” ditutup dengan “Jadilah menurut kehendak-Nya Jo, apapun yang kita rencana kan tetap harus mendapatkan restu dari-Nya”.

Obrolan ringan agak berat itu membahas beberapa hal, dimana salah satu nya adalah perjalanan nekat yang saya tempuh ke benua selatan tahun lalu, yang kemudian melahirkan istilah yang menjadi judul tulisan ini.

Saya setuju, semua hal di dunia ini kembali kepada 1 kekuatan besar yang dominan dan tidak terlihat yang sering kita istilahkan dengan kata Tuhan.

Tuhan, benteng terkuat saya dan keluarga, yang saya percaya adalah yang terkuat dan terhebat, yang tidak perlu saya bela karena siapakah saya ini yang sampai harus membela sesuatu yang jauh lebih kuat dari saya yang justru setiap hari saya minta agar menolong dan menjaga kami?

Apapun itu, beberapa kejadian terakhir ini, ditambah kegaduhan yang ada membuat saya sempat berpikir, mungkin suatu hari nanti jika Tuhan mengijinkan, saya bisa mewujudkan impian liar saya yang tertunda…

Jadilah menurut Mu.

Advertisements