Tags

,

Dalam hidup… sejatinya, apa yang kita miliki?

Tidak ada kawan… semua adalah titipan, yang kapan pun bisa diambil kembali oleh-Nya.

Bahkan anak… anak itu adalah titipan, bukan milik kita. Itulah kenapa, saya selalu menekankan bersama istri jika tugas kami adalah mengarahkan, bukan memaksakan.

Kami bertekad akan membiarkan anak kami tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi dan bakat nya, sesuai dengan talenta unik mereka masing-masing. Dan itu membuat kami sampai saat ini berusaha tetap berada dalam jalur kami, dimana kami tidak akan memaksakan sesuatu kepada anak kami terlebih karena untuk gengsi dan ego kami sebagai orang tua.

Hari ini, saya terakhir mengikuti persiapan sakramen krisma, sabtu depan saya akan menerima sakramen krisma jika Tuhan mengijinkan. Ajaran hari ini benar-benar sangat menyentuh, ajaran yang puji Tuhan sebagian besar sudah berusaha kami terapkan.

Seperti pernah dikutip “dimana harta mu, maka disana lah hati mu”, orang-orang yang menempatkan uang sebagai harta mereka, ternyata adalah orang yang paling miskin dan kasihan, mengapa? karena yang lainnya tidak ada harga nya lagi, termasuk diri mereka sendiri.

Semoga, saya bisa menjadi lebih dewasa dan bijaksana, dua hal yang tidak bisa diukur dan ditampilkan dengan banyaknya uban di kepala maupun panjang nya napas bisa dihembuskan.

Terimakasih untuk hari ini Tuhan, untuk pelajaran berharga nya mengenai kehidupan ini, kehidupan dimana sejatinya kami adalah manusia yang tidak memiliki apapun selain titipan-titipan dari-Mu.

Advertisements