Tags

Akhirnya hari ini liburan panjang nan panjang (halah….) pun usai…

Liburan yang kami isi dengan canda tawa, jalan ke beberapa tempat wisata dan tidak ketinggalan jalan ke Mall (default destination) sekedar untuk makan siang atau malam, atau mengajak anak-anak bermain dan sebetulnya sih karena kami juga pengen nebeng AC hahaha…

Yang pasti, kami berusaha memanfaatkan waktu yang ada ini untuk mendapatkan waktu dengan kualitas sebagus mungkin tidak pakai KW, hal ini karena memang saya selalu punya impian untuk membuat kerja, keluarga dan diri sendiri se balance mungkin (walaupun susahh… dan tidak mungkin) setidaknya mendekati lah… agar hidup tidak menjadi sia-sia hanya untuk kerja saja. Setidaknya 1 hal impian terliar sudah saya jalani dulu tepatnya tahun lalu, yaitu mencoba hidup di luar negeri tepatnya di Melbourne, VIC, Australia walaupun hanya sebentar, tapi saya puas karena sudah berani mencoba. Seperti kata orang, lebih baik gagal karena mencoba, daripada gagal karena takut melangkah.

Seperti kata orang, lebih baik gagal karena mencoba, daripada gagal karena takut melangkah

Bicara tentang migrasi, dalam 9 hari ini juga saya mencoba untuk membawanya ke doa novena, meminta petunjuk dari Bunda ku terkasih Bunda Maria. Karena hati kecil ini sebetulnya masih tidak rela dan penasaran akan tetapi keadaan yang sudah mapan disini semakin berat untuk ditukar apalagi setelah Pengalaman lalu yang kurang menyenangkan (walaupun sebetulnya mendidik).

Pagi tadi, saya di kejutkan oleh seekor anak burung yang (sepertinya) baru menetas, dia tergeletak di lantai balkon rumah saya tidak berdaya. Setelah mata ini jelalatan mencari tanda-tanda sarang burung akhirnya kutemukan 1 tumpukan jerami di atas dekat atap balkon rumah saya. Lalu anak burung itu saya pindahkan ke sarang tersebut. Setelah beberapa waktu saya iseng coba mencari lagi apakah dia masih disana dan… hilang!!! Karena panik saya langsung mengambil tangga dari lantai bawah, lalu naik dan mencari-cari. Tidak ketemu, hiks… trus berusaha melihat kedalam lorong lorong di antara kaso penyanggah atap balkon, ga bisa karena terlalu sempit.

Saya pun turun kebawah mengambil tangga, lalu HP dan senter. Saya pakai HP sebagai mata untuk meneliti keadaan di dalam lorong itu tadi dan… ternyata dia ada di dalam hahaha…

https://youtu.be/LrZy1_N4RE4

Lega deh… eh… ternyata setelah saya coba telusuri hampir semua lorong itu adalah sarang burung gereja. Selama ini mereka berkembang biak disana ternyata wow…

Aminnn ya mbah… aminn…. (lah kok… tiba-tiba mbah??)

Advertisements