Tags

,

Dalam lamunan, kadang terbersit sebuah pertanyaan, apa sebenarnya yang sedang ku cari?

Dulu…. saat (alm) Papa meninggalkan kami semua, ada 1 keinginan yang muncul dalam diri saya, saya harus bisa bertahan dan lulus kuliah. Lalu saya pun berhasil lulus. Bahagiakah saya? Tentu…

Setelah itu, muncul keinginan lain, saya ingin bisa bekerja dan menghasilkan uang agar bisa membahagiakan Mama. Lalu saya pun berhasil mendapatkan kerja. Bahagiakah saya? Tentu…

Seiring waktu berjalan, muncul lagi keinginan lain, saya ingin punya rumah sendiri, menikah, dan memberikan hidup yang berkecukupan pada istri saya. Lalu saya pun berhasil meraih nya. Bahagiakah saya? Tentu…

Kemudian, muncul keinginan lain untuk memiliki mobil sendiri, saya pun berhasil memilikinya. Bahagiakah saya? Tentu…

Setelah itu, keinginan menjadi seorang ayah muncul, saya pun dipercaya Tuhan untuk 2 putra yang lucu, pintar dan sehat. Bahagiakah saya? Tentu…

Dan, tiba-tiba saya ingin memiliki kesempatan untuk migrasi ke Australia sebagai Permanent Resident. Saya pun kemudian berhasil mendapatkan nya. Bahagiakah saya? Tentu…

Akhirnya, saya terpaksa harus pulang ke Jakarta lagi, dalam kesedihan saya mencoba bangkit, bekerja lagi, berusaha membuat keuangan keluarga saya stabil lagi. Dan saya pun berhasil mendapatkan nya. Bahagiakah saya? Tentu…

Setiap pagi, saya memandang keluarga kecil saya yang sedang terlelap dengan damai, cukup makan, bisa tidur tenang, sehat, dan gembira. Memeluk dan mengecup kening istri sebelum berangkat kerja. Bahagiakah saya? Tentu…

Dan… disaat-saat tertentu, saya jatuh dalam kesedihan yang sama, karena impian yang saya kejar nyaris lepas dari tangan saya, yang saya sendiri tidak tahu apakah bisa tetap saya pertahankan atau tidak….

Lalu apa itu bahagia? Apa itu bersyukur?

Semua bertemu dalam irisan. Irisan yang nyaris tidak teraba dan terlihat.

Inilah hidup manusia, segala sesuatu hanya kembali kepada ego kita dan ego kita lagi.

Ya…. mungkin ini saat nya saya kembali kepada posisi pasrah kepada Nya. Seperti yang dulu selalu saya lakukan, saat menyerahkan seluruh nya pada kuasa Nya, agar terjadi menurut kehendak Nya.

Mungkin itu yang terbaik….

Advertisements