Tags

,

Dalam beberapa bulan kepulangan saya, banyak kawan yang kemudian mengajak saya untuk berbisnis. Ada yang model agency seperti asuransi, ada yang model investasi seperti reksadana, ada yang model MLM, ada pula yang model entrepreneur.

Terlepas dari mana yang lebih baik, anti atau tidak anti, saya orang yang lebih suka memilih profesi berdasarkan passion. Karena untuk saya secara pribadi, jika menjalankan sesuatu apapun itu bentuk nya, jika tidak di dasari oleh passion, rasa nya tidak akan benar-benar fokus apalagi sampai all-out, lalu bagaimana mau berhasil?

Beberapa model bisnis yang ditawarkan itu, datang dengan pesan “agar memiliki waktu luang lebih banyak untuk keluarga dan memiliki kebebasan finansial secara cepat”. Jujur, bagi saya tidak ada 1 pekerjaan pun di dunia ini yang bisa memberikan banyak waktu luang bagi keluarga saat kita baru mulai membangun hal itu, kecuali kita sudah benar-benar stabil dan memiliki posisi diatas dalam profesi itu. Kita tetap harus kerja keras dan mengorbankan waktu lebih jika ingin mendapatkan lebih, setidaknya sampai titik dimana kita benar-benar sudah di level kebebasan finansial itu tadi. Bahkan di negara sehebat Australia yang begitu menekankan keseimbangan antara kerja dan keluarga pun tetap menuntut minimal 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam dalam 1 minggu.

Akan tetapi, hidup tanpa harus menghabiskan waktu banyak dalam bekerja dan tetap memiliki kebebasan finansial itu tetap ada. Siapakah mereka yang beruntung itu? Saya kategori kan menjadi 3.

Yang pertama, mereka yang begitu beruntung karena menjadi anak orang kaya, sehingga mereka cukup tidur makan main dan hura-hura dengan harta dan uang dari orang tua nya yang tinggal metik, walaupun mungkin orang tua nya setengah mati saat bisa memberikan sebuah pohon yang tinggal dipetik anak-anak mereka itu.

Yang kedua, mereka yang begitu beruntung nya karena menjadi istri/suami orang kaya. Karena mereka-mereka ini tinggal ongkang-ongkang kaki, shopping kesana kemari, menggerogoti harta yang tidak ada habis-habis nya.

Yang ketiga, mereka yang begitu beruntung menjadi orang dekat orang kaya yang kebetulan adalah type orang kaya dermawan dan baik hati. Sehingga kucuran dana bersifat hibah maupun pertolongan selalu masuk ke kas mereka.

Selain ketiga golongan itu, percayalah jika kalian tetap membutuhkan pengorbanan waktu untuk mengejar kebebasan finansial yang akan membuat kalian punya waktu lebih untuk keluarga kelak. Dan apapun profesi nya saya percaya, jika dilakukan dengan passion dan fokus apalagi sampai all-out hal itu bukan mustahil bisa dicapai suatu saat nanti.

Nah… tinggal kembali kepada kategori dan arti dari kebebasan finansial yang bisa memberikan waktu lebih untuk keluarga itu tadi. Karena hal itu pun memiliki arti yang sangat luas dan sudut pandang yang sangat banyak nan beragam.

Dan tentunya, pengaturan keseimbangan waktu kembali kepada orientasi dan prioritas kita, dan juga cara kita memandang sebuah arti dari kebahagiaan. Ada yang mengartikan bahagia itu adalah rasa aman saat punya harta berlimpah, sehingga hampir seluruh hidup nya di curahkan untuk mengejar materi, ada yang mengukur bahagia itu adalah punya waktu bersama keluarga dan bersyukur untuk hidup yang ada, ada yang lainnya lagi, sangat luas dan beragam sehingga harus kembali kepada diri masing-masing.

Pada akhirnya, kita akan kembali kepada istilah “bekerja itu adalah ibadah”. Jika dilakukan dengan sepenuh hati maka hasilnya pun akan membuat penuh hati, penuh dengan rasa syukur agar kita bisa mendapatkan tujuan dari semua ini, yaitu kebahagiaan.

Tidak terasa hari ini sudah akhir pekan. Berbahagialah untuk semua berkat yang sudah kita terima dalam menyongsong akhir pekan. GBU.

Advertisements