Tags

Beberapa hari lalu, Jakarta dihebohkan demo para supir taksi konvensional yang protes tentang taksi lain yang menggunakan aplikasi online.

Seribu satu alasan dibawa sebagai dasar mereka melakukan demonstrasi yang sangat disayangkan dibumbui dengan tindakan anarkis, dan yang lebih disayangkan lagi adalah mereka anarkis ke kawan sendiri sesama pengendara taksi yang tidak melibatkan diri dalam demo tersebut. Sebuah tindakan yang jika di ibarat kan mereka membuang air besar di piring nasi mereka sendiri (ups) terlepas dari itu oknum atau bukan. Sangat tidak etis dan dewasa.

Hal ini membawa saya kepada perkembangan teknologi yang ada di dunia saat ini maupun akan datang. Sebagai salah satu orang yang berkecimpung di dunia teknologi 10 tahun belakangan ini, saya sendiri jujur saja agak bergidik melihat kecepatan teknologi berkembang dan mengubah dunia.

Hal yang kemudian saya sadari jika kita tidak bisa lagi menggunakan cara konvensional untuk sekadar agar bisa bertahan. Kita sendiri harus mengikuti perubahan itu dan menjadi bagian darinya. Perubahan-perubahan yang terjadi semakin “liar” saat ini dan semakin tidak tertahankan, belum ditambah lagi negara ini akan menuju era pasar bebas yang membuat persaingan semakin ketat, berat dan tentunya semakin menarik.

Saat ini dan nanti, menguasai 1 atau 2 pengetahuan teknologi saja kurang cukup untuk bisa menjaga posisi kita tetap berada di persaingan pasar. Teknologi saat ini sudah mulai berubah dari yang dulu silo menjadi converged dan semakin kedepan akan semakin convergence. Fenomena seperti cloud computing, open source, software base, hyper convergence, digital transformation, smart city, Internet of Things dan lain sebagainya sudah memaksa kita harus bisa mengerti tautan satu dengan lainnya yang kemudian akan berubah menjadi sebuah solusi yang bisa di adopsi oleh model persaingan bisnis hari ini dan masa depan, demi membuat kehidupan menjadi lebih baik, membuat waktu berjalan menjadi lebih cepat dan tentunya kendala jarak pun semakin menghilang.

Hal ini juga yang kemudian berkembang kearah model baru seperti crypto currencies, cyber defence, dan lain sebagainya yang menjadi bagian tidak terpisahkan untuk mulai kita cermati.

Itu juga yang mendasari beratnya tantangan yang dihadapi oleh perusahaan system integrator untuk semakin menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, yang bahkan perusahaan besar seperti Cisco sekalipun mau tidak mau sudah mulai bekerja sama dengan perusahaan IT dunia lainnya untuk menciptakan solusi-solusi terintegrasi.

1 pertanyaan yang selalu mengganggu saya adalah, terlalu cepatkah ini? Sampai-sampai sebagian besar dari kita kewalahan menerima apalagi sampai mengadopsi nya dalam kehidupan yang akhirnya memicu tindakan-tindakan penolakan seperti demo supir taksi atau protes tukang ojek pangkalan yang sebetulnya hanya solusi sementara (jika bisa dikatakan solusi).

Mengacu pada sebuah kalimat yang sangat terkenal, saya rasa kita pun harus sudah mulai melakukan nya (walaupun terlambat).

“Yang akan bertahan bukanlah yang terkuat, akan tetapi yang mampu mengikuti perubahan dan menjadi bagian nya”

Selamat menjelang perayaan Paskah, semoga Tuhan memberkati kita semua.

Advertisements