Tags

,

Tidak terasa sudah 3 bulan pulang ke tanah air, selama ini juga dulu saat kami disana.

Kesibukan yang ada membuat saya tidak bisa menulis untuk mengupdate blog ini (halahh… alibi hahaha…). Sebetulnya karena saya sudah terlalu cape untuk menuangkan apa yang ada di pikiran saya karena setiap pulang dari kantor, rasa nya tenaga sudah terkuras dan sisa tenaga yang ada saya gunakan untuk ngobrol dengan istri dan main dengan anak-anak.

3 bulan ini saya merasakan banyak hal-hal baru, baik yang luar biasa, biasa atau tidak biasa. 3 bulan juga saya sudah bekerja ditempat baru, dan 3 bulan ini juga saya mendapatkan banyak pesan yang terkandung dibelakang proses yang sudah saya jalani dalam 5 tahun belakangan ini.

Saya bisa merasakan… jika Tuhan sangat sayang kepada saya dan keluarga. Semua proses ini membuat saya benar-benar mengalami perubahan kearah yang lebih baik (setidaknya itu yang saya rasakan). Saya merasa pada akhirnya saya bisa melepaskan rasa sakit saya yang timbul saat ditinggal pergi (alm) Papa dan (alm) Kakak saya 16 tahun lalu. Rasa sakit yang teramat sangat yang secara alam bawah sadar akhirnya mempengaruhi emosi saya secara mendasar, dan itu bukan sesuatu yang baik.

Ada rasa lega saat menyadari jika pada akhirnya saya merasa sudah bisa menerima dan melepas rasa sakit itu walaupun melalui proses yang amat sangat tidak mengenakan. Kesulitan yang saya alami dalam perjalanan hidup saya sejak 16 tahun lalu yang akhirnya bisa saya perbaiki sedikit demi sedikit sejak saya sudah bisa bekerja profesional membuat saya secara tidak sadar menjadi pribadi yang congkak dan arogan, mengapa? Karena saya merasa sudah berhasil memperbaiki kehidupan saya yang sempat hancur lebur saat di tinggal oleh (alm) Papa saya menjadi kehidupan yang (akhirnya) berkecukupan, yang jujur saya sendiri pun tidak berani bermimpi mengenai hal itu dulu saat melihat keadaan saya saat itu.

Saya lupa… untuk menyadari jika telapak kaki saya masih menginjak bumi. Dan… Tuhan sangat baik menampar saya saat saya masih belum terlalu tua sehingga saya masih memiliki waktu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih sabar. Apalagi sekarang saya sudah berkeluarga dan menjadi seorang ayah.

Cara-Nya mungkin tidak terduga, akan tetapi saya percaya jika semuanya bertujuan baik dan untuk kebaikan.

Terimakasih Tuhan, untuk salah satu pesan Mu ini. Saya sangat bersyukur untuk prosesnya walaupun jujur… sangat tidak enak, tapi… untuk menyadarkan seseorang memang kadang harus menggunakan cara paling tidak enak agar bisa menjadi berkat saat kita sudah dan bisa menyadarinya.

Advertisements