Tags

,

Dulu, saat saya masih dalam tahap mengejar impian saya untuk bisa migrasi ke benua selatan, saya termasuk salah satu orang yang cukup resistant terhadap kata “asuransi”.

Sekarang setelah saya kembali ke tanah air, saya mulai menyadari, dimana pun kita berada kita tetap membutuhkan perlindungan yang bernama Asuransi itu.

Seperti yang pernah saya tuangkan di artikel sebelumnya, asuransi kesehatan ternyata tetap dibutuhkan walaupun kita hidup di negara maju sekali pun jika kita ingin hidup lebih nyaman dan tentunya lebih nyaman saat kita sakit (yang tidak mengancam nyawa). Dan, disana pun selain asuransi kesehatan, asuransi jiwa tetap laku loh…

Saat ini, saya sedang dalam perencanaan untuk mengambil polis asuransi jiwa. Asuransi ini bertujuan untuk melindungi income yang saya hasilkan untuk menghidupi keluarga saya jika suatu hari saya tiba-tiba harus meninggalkan mereka selama nya. Saya mengambil asuransi jiwa yang hanya melindungi jiwa saja dengan nilai investasi minimal, yang dikenal dengan istilah asuransi jiwa unit link.

Loh kenapa begitu? Karena saya hanya mengincar uang pertanggungan jiwa nya saja, oleh sebab itu nilai investasi nya saya anggap sebagai bonus saja, agar nilai pertanggungan saya maksimal dengan premi minimal.

Kalau begitu kenapa tidak ambil yang traditional saja? Sebetulnya baik yang traditional maupun yang unit link sama-sama ada keunggulan dan kekurangan. Semua kembali kepada apa yang kita kejar. Semalam saya dijelaskan tentang kedua jenis asuransi jiwa tersebut, setelah itu saya simpulkan saya akan ambil yang konsep unit link tapi bukan sebagai investasi, tapi asuransi jiwa yang berbentuk unit link, beda dengan asuransi investasi yang memberikan tambahan perlindungan jiwa. Yang saya ambil justru asuransi jiwa yang memberikan tambahan nilai investasi sehingga nilai investasi nya sangat sangat kecil sekali.

Wah, sayang donk? Tidak juga, itu kenapa sekali lagi semua kembali kepada apa yang kita kejar. Saya mengejar proteksi jiwa karena saya ingin melindungi keluarga yang saya sayang, ingat asuransi jiwa bukan untuk melindungi saya tapi untuk melindungi orang yang saya sayang. Dan, untuk nilai investasi nya saya ambil langsung tipe investasi reksa dana. Karena setelah saya hitung, saya mendapatkan nilai investasi lebih maksimal jika langsung melakukan investasi di reksadana. Satu hal yang harus diingat adalah investasi di reksadana terutama yang reksadana saham, bukan untuk jangka waktu singkat, tapi untuk 5 sampai 10 tahun bahkan 20 tahun agar resiko investasi bisa ditekan seminimal mungkin. Eits… inget ya tetap ada resiko, apa sih di dunia ini yang tidak ada resiko?

Kalau ingin investasi yang dibawah 5 tahun? Bisa ambil reksadana pasar uang, reksadana dengan resiko paling minimal dan tentunya return minimal juga, tapi masih diatas bunga deposito. Antara reksadana pasar uang dan deposito, masing-masing ada kelebihan dan kekurangan. Googling saja karena sudah banyak yang mengulas baik deposito maupun reksadana.

Disamping itu, saya mulai memperbaiki persepsi saya mengenai kawan-kawan yang bekerja di asuransi. Dulu, saya selalu merasa tidak nyaman saat ada kawan yang tiba-tiba mengajak bertemu eh… ternyata ada pesan terselubung yaitu dia sedang mencari nasabah untuk asuransi yang sedang dia jalani.

Sekarang, saya mencoba untuk memandang dari sisi lainnya. Saya berusaha untuk memberikan kesempatan dan melihat hal ini dari sisi positif. Dalam berkawan tidak harus selalu diisi dengan canda tawa saja, atau makan-makan, atau ngegosip si-anu, si-ini atau si-itu, atau bahkan hanya bicara tentang peluang bisnis saja. Kita dalam berkawan juga ada saat nya harus memberi jalan dan kesempatan kepada kawan-kawan kita yang sedang berjuang mencari sesuap nasi untuk anak istri/ suami nya disaat kita sedang kekenyangan menikmati kehidupan serba ada yang diberikan Tuhan.

Saya (mulai saat ini) tidak ingin menjadi orang yang tertutup saat menghadapi kawan yang sedang berjuang di bisnis asuransi, terlepas dari niat mereka bertemu saya memang hanya ingin menawarkan product saja atau memang ingin melepas rindu, saya akan tetap memberikan kesempatan saat saya memiliki nya. Toh kita kan tidak harus selalu ikut atau membeli product nya kan, sebuah perkawanan juga tidak sebatas pada apa yang dia kerjakan dan niat apa yang membuat dia ingin berjumpa kita kan. Dan tentu nya dari dulu saya tidak mau sampai meng-ekspos sesuatu yang miring di media sosial mengenai kawan-kawan saya yang mengajak bertemu ternyata ingin menawarkan asuransi, kenapa? Karena itu terlalu arogan buat saya.

Saya berusaha memahami jika hidup atau sebuah kehidupan hanya bisa berjalan jika ada sebuah transaksi jual beli terjadi, karena disanalah perekonomian berputar dan kemudian menghidupi kita semua. Emangnya apa bedanya orang ngajak ketemu karena mau jualan tas branded dengan yang ngajak ketemu karena ingin nawarin bisnis hebat atau yang ngajak bertemu karena sekedar ingin curhat atau ngegosip sambil ngemil (tentu harus ada proses pembelian cemilan kan) dengan yang datang karena menawarkan asuransi? Tidak ada beda nya, yang membuatnya terlihat beda hanya ke-arogansi-an kita sebagai orang yang merasa dikejar dan dibutuhkan apalagi kita dalam posisi tidak butuh, sehingga hal itu membuat kita lupa dengan nilai-nilai persahabatan yang sebenarnya yaitu saling memberikan kesempatan dan menolong. Di sisi lain, kehidupan itu seperti roda becak loh… hehehe…

Dan ingat, teman-teman yang sedang menawarkan asuransi kepada kita tidak sedang datang untuk merampok atau mencuri dari kita, justru mereka datang untuk menawarkan salah satu jalan untuk melindungi keluarga kita dan memberikan salah satu jalan jika kita ingin berinvestasi untuk masa depan, terlepas dari kita butuh atau tidak saat itu, tapi mereka tidak selayaknya kita perlakukan seperti seorang pengemis atau penjahat apalagi sampai kita sindir atau tembak secara langsung ditempat umum yang bernama MEDIA SOCIAL, kenapa? karena kita adalah kawan mereka dan mereka tidak bermaksud menjahati kita.

Mungkin juga ini salah satu pesan dari-Nya lewat kejadian-kejadian yang saya lewati agar saya bisa lebih bijak dalam menyikapi kejadian-kejadian dalam hidup yang singkat dan fana ini.

Tapi itu kalau saya, bagaimana dengan kalian?

Selamat menikmati sisa hari minggu yang tenang dan sejuk ini karena hujan masih saja awet menyirami bumi jakarta sejak semalam.

Tuhan memberkati…

Advertisements