Tags

, ,

Pagi ini, entah kenapa perut saya memberontak, dari jam 3 pagi sampai sekarang tidak berhenti minta mengeluarkan isi nya, yang menjadi masalah adalah isi yang dikeluarkan sedikit-sedikit dan membuat perut melilit terus, menyebalkan sekali karena saya jadi harus bolak-balik WC setiap 30-45 menit. Saya ingat-ingat dan ngobrol dengan istri, kira-kira apa yang membuat perut ini tiba-tiba memberontak, setelah diurut-urut ada 2 kemungkinan, kemungkinan pertama adalah saya makan sandwich dengan isi daging mentah di acara yang saya ikuti kemaren, kemungkinan kedua karena saat pulang (karena sudah kalap setelah terperangkap macet parah) saya langsung menyambar cap cay yang ternyata sudah basi, dan saya sadar saat selesai makan, parah ya…

Untuk melupakan rasa melilit di perut yang suka datang dan pergi tanpa diundang ini, saya mencoba menulis dan update blog ini. Ada 1 kalimat yang dikirimkan seseorang kepada istri saya melalui aplikasi WhatsApp, yang tiba-tiba teringat oleh saya saat dulu saya memutuskan untuk pulang ke Tanah Air.

“Too shame your husband choose his pride than his family FUTURE!”

Sekilas saya mencoba untuk mencari tahu apa arti sesungguh nya dari kata tersebut. Future atau dalam bahasa kita diartikan sebagai Masa Depan, adalah sesuatu yang akan dicari oleh setiap insan di dunia selama masih hidup. Sebetulnya kalimat dari salah satu manusia itu cukup menggelitik pikiran saya.

Jujur, saya memang berusaha migrasi ke Australia demi masa depan anak-anak saya (yang sempat saya pikir akan jauh lebih baik daripada tetap berada disini) yang kemudian saya koreksi lagi (dan saya tidak malu untuk mengatakan saya tidak sepenuh nya benar dengan pandangan itu) karena saya akhirnya bisa melihat dengan jelas beberapa hal yang saya rasa kurang sesuai jika diterapkan pada anak-anak saya dari umur dini seperti sekarang, tapi ini menurut saya.

Apa saja hal itu? bagi yang ingin mengetahui nya kita offline saja karena jika tidak halaman blog ini akan menjadi novel, drop email saja jika ingin mengetahui itu (ada di blog ini email saya).

Jadi, bicara mengenai masa depan, saya kemudian mengkoreksi persepsi saya. Masa Depan itu adalah masa dimana kita bisa mencapai impian-impian kita, untuk bisa mencapai impian kita, baik bagi diri sendiri maupun keluarga maupun anak-anak kita, apakah hanya bisa dilakukan di 1 tempat? jawaban nya tidak.

Semua kembali ke apa yang kita kejar, beda tempat akan beda cara. Jika saya berhasil bertahan disana saat itu, maka saya (mungkin) tidak perlu memikirkan tentang pensiun, tentang bagaimana membuat anak saya bisa tetap sekolah bahkan kuliah, tentang bagaimana agar kami bisa memiliki perlindungan saat sakit dsb. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti tidak bisa kita raih saat di Tanah Air, bisa. Hanya saja cara nya berbeda, jika kita hidup di Tanah Air kita harus rajin menabung dan yang paling penting adalah rajin investasi. Kebetulan, saat ini investasi bisa dilakukan dengan nominal yang sangat minimal (menurut saya) yaitu Rp. 100.000,- setiap bulan. Pilihan investasi nya pun beragam, dari yang resiko rendah sampai resiko tinggi (dan tentunya return nya pun mengikuti tingkat resiko nya), dan jangan salah… resiko tinggi itu jika jangka waktu investasi nya pendek (dibawah 5 tahun), jika kita buat investasi tersebut untuk 10 – 15 tahun bahkan 20 tahun, maka resiko nya pun menurun dengan pertumbuhan rata-rata 17 – 19 % pertahun, investasi itu adalah Reksa Dana Saham.

Jadi, masa depan bagi saya bisa dikejar dimana saja, tinggal cara kita dan kemauan kita yang menentukan hal itu kemudian. Hidup di Australia maupun di Indonesia hanya dibedakan 1 hal secara garis besar, yaitu bantuan pemerintah. Sisa nya ? Hampir sama, bahkan untuk beberapa hal lebih enak hidup di Indonesia. Tapi di Indonesia khususnya Jakarta kan macet bro? Yup… itu benar, dan jangan berfikir jika disana tidak macet ya. Seperti yang pernah saya tuliskan di artikel sebelumnya, perbedaan macet nya hanya 1 yaitu disana macet karena tertib disini sebaliknya.

Tapi kan disana ada bantuan kesehatan. Betul, tapi jangan mengira enak ya jika sakit, disana selama tidak mengancam nyawa secara langsung, maka silahkan antri. Contoh, jika kalian kena Hernia, karena tidak mengancam nyawa secara langsung maka kalian akan diberi pain killer sampai antrian kalian sampai baru di operasi. Contoh lainnya, misalnya kalian patah tulang di kaki maupun tangan, jangan harap langsung di operasi jika sedang ada antrian, kalian hanya akan diberi pain killer sampai kesempatan kalian tiba. Lalu bagaimana agar bisa cepat ditangani? Asuransi kesehatan. Ya, disana bukan berarti kalian tidak butuh asuransi kesehatan, tetap butuh jika ingin hidup kalian lebih nyaman, atau siapkan dana tidak sedikit jika tidak mau antri dan tidak punya asuransi pribadi. Untuk menyiapkan dana sendiri, disini maupun disana, podo wae… Dannn… 1 lagi, tidak 100% gratis untuk obat-obatan nya, banyak obat yang kita harus bayar juga, dan tidak murah (untuk ukuran saya) hehehe….

Jadi, lu masih mau kesana ga mengejar masa depan? Hehehe… sekali lagi itu belum ada jawabannya, yang pasti 1, saya akan mulai mengejar masa depan saya dimana pun saya berada. Untuk urusan akan kesana lagi atau tidak, saya serahkan kepada yang di atas, Dia yang maha tahu apa yang terbaik untuk saya dan keluarga.

Loh kenapa? karena saya sekarang sudah tidak melihat jika disana memiliki kelebihan yang benar-benar significant jika dibandingkan disini. Untuk beberapa hal iya, tapi tidak massive.

Dan ini pendapat saya saat ini, apakah mungkin kedepan nya pendapat saya berubah dan bisa melihat nya lagi dengan sudut pandang berbeda, saya tidak tahu. Saya hanya bisa berusaha, dan tentunya jika kalian selalu mendapatkan sharing yang bagus-bagus mengenai kehidupan disana, saya justru akan melakukan yang sebaliknya, saya akan mengupas apa saja yang kurang bagus disana (menurut saya) agar kalian bisa memiliki 2 sisi pandangan saat akan memutuskan migrasi.

Advertisements