Burung Gereja

Dulu saat saya masih tinggal di kost (selama 9 tahun), dan kebetulan kamar yang saya tinggali selama itu berada di deretan paling depan sehingga memiliki jendela ke arah luar, saya selalu ditemani suara kicau burung gereja yang kerap bersarang di kanopi diatas jendela kamar saya.

Saya sempat heran, karena ada 8 kanopi dalam 1 deret dan mereka memilih kamar saya sebagai sarang untuk beranak pinak atau sekadar berteduh. Saya tidak keberatan, walaupun setiap minggu harus membersihkan kaca jendela saya dari jejak jejak pembuangan metabolime mereka.

Dan saat saya pindah ke rumah yang saya beli sendiri 8 tahun lalu, kejadian itu terjadi lagi. Entah kenapa sekawanan burung gereja kembali bersarang di atap balkon lantai 2 rumah saya. Hasilnya… setiap minggu saya harus membersihkan balkon dari jejak metabolisme mereka sambil di temani kicau riang candaan mereka sepanjang hari (terutama jam 6 sampai 10 pagi).

Ada perasaan rilex dan tenang saat saya sedang duduk di balkon sambil menikmati udara pagi yang kebetulan lebih segar karena posisi rumah saya agak masuk ke dalam sehingga jauh dari jalan raya.

Keanehan ini sebetulnya sudah lama saya perhatikan, karena saya tidak pernah menyediakan makanan untuk mereka. Menurut beberapa orang tua yang pernah saya ajak diskusi mengenai hal ini, burung-burung tersebut memiliki sebuah insting jika mereka merasa cocok dan tidak terancam saat memutuskan untuk bersarang di rumah saya.

Ya… apapun itu, saya cukup terhibur mendengarkan kicauan mereka setiap pagi. Sebuah hal yang sebetulnya membuat saya kangen saat berada di Australia beberapa waktu lalu karena setiap pagi pun selalu terdengar kicau burung.

Bulan ini, akan segera berakhir. Puji Tuhan segala sesuatunya mulai membaik. Baik keuangan di keluarga kami, baik perasaan yang tidak karu-karuan, baik kehidupan kami. Semua mulai kembali ke jalur nya lagi pelan tapi pasti.

Semoga semakin kesana semua menjadi semakin baik dan baik lagi. Dan yang pasti, saya belajar untuk semakin bersyukur dengan semua hal yang sudah terjadi ini. Saya sudah memiliki semuanya, yang harus saya lakukan saat ini adalah mengembangkan nya.

Tuhan, terimakasih untuk segala hal baik maupun hal yang mengajarkan ini. Karena saya mengerti sekarang, tidak ada hal yang lebih baik dan lebih buruk dalam sebuah kehidupan, yang ada hanyalah kekuatan ego yang membuat semua itu terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s