Sebuah refleksi

Terkadang… di pagi hari saat saya berada di posisi hening untuk mendekatkan diri kepada-Nya, sering terlintas sebuah pertanyaan,

“Seberat inikah Tuhan proses untuk bisa bangkit kembali?”

Terkadang, saya bertanya pada diri saya sendiri berulang kali “apakah saya yang terlalu cepat menyerah?”

Dan terkadang, saya juga bertanya pada diri saya sendiri berulang kali “apakah saya yang kurang berjuang?”

Semua itu, tidak pernah memiliki jawaban pasti dan memuaskan, sama seperti dulu ketika pertanyaan-pertanyaan yang menanyakan kenapa saya begitu berani memutuskan untuk melakukan migrasi dengan mempertaruhkan segala sesuatu yang sudah stabil dan nyaman disini.

Saya hanya tahu sampai saat ini (setidaknya salah satu hal itu akhirnya semakin saya sadari) jika saya harus lebih bersyukur lagi. Saya masih memiliki keluarga yang sehat dan bahagia, saya pun langsung memiliki pekerjaan saat pulang, dan saya masih memiliki banyak peluang disini walaupun saya gagal disana.

Saya pun menjadi mengerti, jika saat kita mengejar impian, langkah pertama memang selalu menjadi langkah yang paling berat, akan tetapi tahukah kalian jika tidak ada yang lebih berat dari berusaha bangkit setelah kita jatuh? terlebih saat kejatuhan itu terjadi ketika kita sudah berjuang sedemikian lama dan keras nya dalam mengejar impian itu.

Semua ini… sungguh sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga, dan tidak ternilai. Kejatuhan adalah guru yang paling efektif dan terbaik dalam mengajarkan arti sesungguh nya dari sebuah pahitnya kehidupan agar kita bisa menghargai manis nya saat hal itu datang dan berada di depan kita, kejatuhan juga guru terbaik yang mengajarkan arti dari sebuah perjuangan, dari sebuah keberanian dalam mengejar impian, dari sebuah proses dan apa itu arti dari kebahagiaan.

Lucu memang, tapi saya justru menemukan lagi arti kebahagiaan saat berada di “kejatuhan” ini. Kebahagiaan yang saya kejar di ujung sana, ternyata tidak akan pernah ada, karena kebahagiaan itu tidak berada di ujung sebuah perjalanan, bukan sebuah tujuan, melainkan sebuah proses. Ya… kebahagiaan itu berada dalam sebuah proses, berada dalam perjalanan dari sebuah perjuangan.

Kebahagiaan itu adalah bagaimana kita bisa (dan) belajar bersyukur, dan menghargai proses yang kita lalui bersama orang-orang yang kita sayang. Karena disaat seperti itulah rasa saling menguatkan, memiliki, dan menyayangi akan menjadi semakin nyata dan kuat.

Seluruh rangkaian yang semakin misteri ini, suatu hari akan menunjukan jawaban nya. Dan saya percaya jika ini semua adalah sesuatu yang baik bagi saya sekeluarga, baik untuk sekarang maupun untuk akan datang.

Sebentar lagi kita akan berada di penghujung tahun. Dan, saya tidak akan pernah sekalipun melupakan cerita yang terjadi tahun ini, baik itu indah maupun tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s