Pijat…

Akhirnya, kami mijit juga. Setelah menunggu availability dari ibu pemijit langganan kami (dulu) saat masih disini, kami berdua langsung diurut masing-masing 2 jam. Rasanya lega dan lepas walaupun sakit nya minta ampun karena badan semua mrengkel dan kencang urat otot nya.

Biaya nya cukup (kurang lebih) AUD 20 saja untuk berdua. Kami sempat berkelakar jika mijit ini dilakukan di Australia (mungkin) masing-masing harus bayar total AUD 120, harga yang fantastis (bagi kami).

Inilah salah satu enak nya kalau hidup disini, butuh makan tinggal telpon langsung diantar sampai depan pagar dengan harga yang cukup terjangkau, mau laundry juga tinggal telpon langsung di pick up lalu diantar saat sudah selesai dengan sudah di setrika segala, pegal? Tinggal angkat telp, janjian, lalu rebahan, 2 jam kemudian… otot jadi lega.

Salah satu yang benar-benar terasa adalah saat kita ada barang bekas atau kardus atau apapun barang-barang besar yang sudah ingin dibuang. Di Australia membuang benda seperti itu tidak bisa sesuka hati, ada cara nya dan jadwal nya. Beda disini, tinggal di taro di dekat pagar sudah langsung ada yang ngantri untuk ngambil gratis, tidak hanya gratis kadang mereka malah menawarkan untuk beli, dapet duit deh kita buang barang bekas hehehe… contoh nya yang barusan saya lakukan pada kasur bekas kami (yang masih layak pakai) karena 3 kasur kami dari Australia sudah tiba.

Hemm… sebetulnya jika untuk income yang tidak terlalu significant bedanya, lebih enak tinggal disini. Tapi…. ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang seperti udara yang bersih, air yang segar, dan lingkungan yang tertib.

Selain hal tersebut diatas, sebetulnya tinggal dimana saja sama (setelah saya sudah mencoba hidup disana dan melihat segala sesuatu nya dengan lebih jelas dan jernih). Terlebih, disini kami sudah memiliki rumah sendiri yang sudah lunas, menjadi hal tersendiri yang membuat tenang.

Saya bersyukur diberi kesempatan untuk berjuang disana dan bisa melihat kelebihan kekurangan dengan lebih dalam, terlepas dari kejadian-kejadian sebelum kesana yang membuat saya harus kehilangan pekerjaan disana.

Semoga… semua dan segala nya bisa menjadi lebih baik lagi bagi kami sekeluarga, entah hidup disini ataupun disana (kelak). Terlepas dari kekhawatiran yang kami rasakan, kami tetap yakin dan berpegang pada 1 hal, yaitu iman kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s