Usai?

Dan akhirnya, kami pun berkemas. Sedih dan berat saat memutuskan langkah ini, setelah semua sejarah perjuangan yang sangat melelahkan dan menghabiskan dana tidak sedikit ini.

Setelah sebelumnya selama 3 malam tidak bisa tidur karena menimbang apakah langkah ini masih bisa diselamatkan, sampai membuat checklist mana saja pengeluaran yang harus kami kurangi. Yang akhirnya, setelah kami diskusikan secara mendalam, berakhir dengan diambilnya keputusan ini. Kami tidak berani gambling lebih jauh dengan melihat realita sisa dana yang kami miliki, tidak dengan membawa kedua anak kami lebih jauh lagi dalam ketidakpastian.

Saya bisa tetap bekerja apa saja sampai jungkir balik, tapi semua sudah terlalu terlambat, keuangan kami sudah di posisi stadium 4. Kami bisa memilih untuk berhutang, tetapi saya secara pribadi tidak melihat itu sebagai satu-satunya jalan keluar yang tersedia saat ini. Sehingga saya memilih untuk menghindarinya, dan mencari jalan lain. Jalan yang menurut beberapa pihak lebih mengutamakan pride saya, seandainya mereka di posisi saya mungkin mereka akan mengerti, semua ini bukan masalah pride!

Kota ini hebat, bersih dan mengagumkan. Udara nya terutama air nya sangat maknyus. Akan tetapi, kami pun harus menyadari jika tidak semua orang ditakdirkan untuk bisa hidup selamanya di luar negeri. Tidak semua keinginan yang kami perjuangkan harus berhasil saat ini. Disinilah kami harus menerima arti dari “cinta itu tidak harus selalu (langsung) memiliki”. Kami harus bisa menerima hasil perjuangan kami dengan besar hati, dengan ikhlas.

Kami datang dengan sejumlah impian, terutama impian kami untuk masa depan anak-anak kami, dan kami pulang dengan segudang cerita dan pengalaman. Kami tidak menyesal, terlepas dari banyaknya uang jerih payah kami yang harus dikorbankan, belum lagi tenaga dan pikiran yang terkuras. Kami mendapatkan banyak sekali pengalaman dan didikan selama hidup disini.

Terkadang, dalam renungan malam ditengah dingin yang menyengat relung, saya berfikir dan merenung…, apakah mungkin jika… Tuhan memberi jalan ini karena ingin kami tidak penasaran lagi dengan impian kami, dan setelah tidak penasaran lagi Dia ingin kami fokus membangun kehidupan kami disana, yang mungkin karena satu dan lain hal bisa lebih memberikan manfaat untuk orang-orang di sekeliling kami disana…

Atau,

Mungkin memang Tuhan ingin menunjukan kekerasan hati saya, karena begitu ngotot dan kerasnya berjuang agar bisa kesini, walaupun mungkin menurut Dia ini bukanlah jalan terbaik bagi saya, bagi kehidupan saya kedepan…

Atau,

Mungkin Dia ingin memaksa saya keluar dari zona nyaman yang semakin mengkerdilkan dengan cara yang elegan…

Atau,

Mungkin…

Entahlah, hidup selalu dipenuhi oleh kemungkinan-kemungkinan yang semakin misteri. Suatu hari nanti kami percaya jika kami akan mendapatkan pesan dari rangkaian kejadian sampai hari ini, mengenai perjalanan ini.

Lalu apakah kami menyesal? Tidak, kami tidak menyesal, apapun hasilnya kami belajar legowo, belajar ikhlas. Kami mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran kehidupan yang sangat menarik dan berguna yang kami percaya, mungkin tidak akan pernah kami dapatkan seumur hidup kami jika tidak melalui jalan yang gila ini. Kami tidak melakukan ini dengan sia-sia, dan pengalaman ini membentuk kami menjadi semakin sabar, dewasa dan erat sebagai sebuah keluarga, sebagai sebuah kekuatan yang diperbaharui.

Dan…,

Apakah kami sudah menyerah? Tidak, kami belum menyerah, walaupun kami sadar, dengan sisa waktu yang ada kami mungkin akan kesulitan mengumpulkan cukup dana untuk berjuang lagi kesini agar bisa mempertahankan PR kami. Kami tidak ingin mengulang keadaan ini di kemudian hari, se-optimis apapun tidak akan kami paksakan kembali hal ini dalam semua keterbatasan kami dengan potensi terulang seperti ini lagi karena kami harus memikirkan anak-anak kami, kami harus belajar dari pengalaman ini.

Kami… serahkan semua kepada Nya.

Kami bersyukur untuk kesempatan ini, walaupun relatif singkat tapi perjalanan yang seru dan menegangkan ini sangat berkesan, kami bertemu banyak orang-orang baik dan tulus baik disini maupun disana. Begitupun sebaliknya, kami pun jadi mengetahui mana yang bertopeng dan mana yang ber makeup tebal.

Di malam terakhir kami di kota hebat ini, yang sampai saat ini pun masih membuat saya terpukau dengan 4 musim nya dalam 1 hari, kami akan mengucapkan 1 hal dalam doa kami, “matur nuwun Gusti” terimakasih Tuhan, terimakasih… berkati jalan kami kedepan setelah ini, dan selalu tunjukan arah agar kami bisa membangun keluarga yang semakin solid, utuh dan baik terutama bagi kedua anak kami.

Kami mungkin adalah keluarga pemberani, yang berani melangkah, yang berani berusaha tertawa apapun hasilnya, yang berani mengejar impian kami walaupun sebetulnya terlihat konyol dan gila dengan semua resiko yang kami ambil dan hadapi saat mengambil langkah ini di tengah semua keterbatasan kami yang benar-benar terbatas!

Tapi setidaknya kami sudah membuktikan jika kami tetap berani melangkah mengejar impian kami apapun hasil yang akhirnya kami dapatkan. Kami berani keluar dari zona nyaman kami.

Hidup tidak harus selalu diisi dengan cerita menang-kalah atau pun gagal-berhasil. Hidup juga bisa diisi dengan cerita lain, cerita tentang sebuah kekonyolan dan kegilaan yang menghasilkan pelajaran dan memori sepanjang masa seperti yang kami lakukan ini misalnya (jangan asal ditiru ya…). Cerita yang bisa kami bagikan kepada anak cucu kami, dan menjadi memori yang mengesankan saat kami menuju tua kelak.

Hidup (menurut saya) seharusnya diisi dengan langkah-langkah penuh adrenalin agar debar di dada kita tetap mengiringi dan memberi warna pada langkah kita di dunia ini.

Kami tidak penasaran lagi, walaupun kami tinggal disini hanya dalam waktu yang relatif singkat. Sedikit banyak kami mendapatkan gambaran mengenai seperti apa sebetulnya kehidupan disini. Sekarang saat nya kami menatap kedepan dan membangun kembali kehidupan kami.

image

Akankah kami memiliki kesempatan untuk mencoba lagi? Jawaban untuk itu hanya milik Tuhan, kami hanya akan berjuang dan menjalankannya.

Kami berserah pada-Nya…

*tulisan ini, saya dedikasikan kepada seorang wanita yang pengasih, penuh cinta, kuat, tegar, dan tidak mudah menyerah… istri tercinta saya.

Advertisements

6 Replies to “Usai?”

  1. Salut sama perjuangannya. Salam kenal ya.
    Saya tinggal di melbourne selama 13 tahun dan sudah berkeluarga di sini. Dengan semangat juang elo, i truly believe that you will make it here..
    It only takes one job out of many applications..given the journey that you have been through..i would say this episode is just a small hiccup. Keep trying!! Cuma butuh satu kerjaan awal bro..
    And income less than $65k juga bisa kok..bisa banget..melbourne mahal bagi newcomers.. Kalo udah tau selahnya disini..bisa dibisa bisain

    Adela

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s