Tags

,

Ini keputusan berat selanjutnya setelah keputusan-keputusan tidak mudah yang sudah saya ambil sebelumnya.

Waktu yang kurang tepat, terlambat bertemu orang yang tepat, membawa kekuatan tabungan untuk kehidupan awal disini yang kurang kuat, serta membawa seluruh keluarga sekalian mengaktifkan PR sebelum fistr entry date membuat saya babak belur disini.

Keputusan ini sudah saya pikirkan, saya harus pulang dulu. Saya datang dengan uang tidak lebih dari AUD 10.000 yang setelah dipotong biaya awal tinggal sisa tidak lebih dari AUD 7000, dengan membawa istri, 1 anak 3.5 tahun dan bayi 8 bulan. Berat sekali karena saat saya datang adalah saat dimana hampir semua lowongan IT mulai senyap.

Saya berusaha bekerja apa saja, yang memiliki cerita tersendiri yang kurang elok diceritakan disini. Akan tetapi apa yang dihasilkan tetap tidak bisa menutupi setengah dari apa yang keluar tiap bulan. Sudah mencoba ke centerlink (bantuan dari pemerintah) yang ditunggu sampai 6 minggu ke 6 minggu berikut nya tetap belum ada kabar. Jawaban mereka setiap ditanya “banyak yang klaim, bukan cuma kamu” oh… yeah… memang saya tahu negara ini sedang menerima banyak pengungsi dari negara di belahan timur sana.

Semua itu, akhirnya membuat dana yang saya miliki semakin menipis. Setelah bicara dengan beberapa orang dan menurut mereka lowongan IT akan mulai menggeliat lagi di bulan maret (lagi rame-rame nya) membuat saya memutuskan kami harus pulang dulu, sebelum kami tidak bisa membayar tagihan disini, sebelum kami tidak bisa makan karena tidak ada sisa uang, sebelum kami tidak bisa pulang.

Ini bukan akhir, PR kami berlaku 5 tahun dan hanya membutuhkan kumulatif 2 tahun ada di Australia untuk perpanjang berikutnya (menurut apa yang saya baca di web immigrasi mereka). Artinya, saya masih memiliki kesempatan untuk kembali kesini mengejar apa yang saya inginkan, hal itu masih terbuka. Dan saya bisa mempersiapkan segala sesuatu dengan lebih baik termasuk dana yang dibawa, siapa yang ikut, dan kapan mulai masuk.

Apa yang saya lakukan berat dan saya merasa sudah jungkir balik. Walaupun mungkin bagi beberapa pihak saya masih belum berjuang maksimal.

Tolong jangan hukum saya dengan hal itu.

Setiap insan, memiliki masalah dan kondisi mereka sendiri, kita tidak akan pernah bisa melakukan apple to apple comparison secara adil. Apa yang bisa dilakukan orang lain belum tentu sesuai dan bisa dilakukan oleh kita, dan begitupun sebaliknya.

Saya bersyukur, setidaknya saya mendapatkan gambaran tentang disini walaupun harga yang harus dibayar cukup mahal. Setidaknya saya tidak penasaran lagi dan saya cukup berani untuk mencoba salah satu hal yang menurut saya beresiko cukup tinggi ini apapun hasilnya.

Kamu kecewa Jo? Tentu, kecewa tentu ada, saya manusia yang hampir mengorbankan segala sesuatu yang saya miliki untuk mengejar ambisi ini.

Ini benar-benar layak dicoba.

Keputusan ini, harus diambil jika saya tidak ingin keluarga saya terseret lebih jauh kedalam kesulitan yang sangat mungkin terjadi didepan mata kami (yang sebetulnya bisa kami hindari jika mau).

Saya bisa berhutang untuk bertahan, tapi saya menghindari hal itu, sudah terlalu banyak hutang dalam sejarah hidup saya, walaupun sebagian sudah lunas saya tidak ingin menambah jika tidak benar-benar tertutup jalan nya.

Kota cantik ini, akan berjumpa lagi dengan kami suatu hari nanti. Kami belum menyerah.

Advertisements