1 dini hari

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya, kenapa blog ini agak lama untuk di update.

Bukan tidak ingin menulis, hanya saja semua tenaga sedang terkuras untuk mencari pekerjaan dan terlebih untuk memanjakan perasaan carut marut yang membuat stress ini. Dari pada nanti berisi coretan-coretan tidak karuan, saya putuskan untuk tidak menuliskannya.

Keadaan yang membuat semangat semakin redup setiap hari nya, yang hanya saya ceritakan kepada segelintir orang disini (yang sayangnya oleh segelintir dari segelintir orang itu malah diceritakan lagi ke teman nya dan mengeluarkan judgement saya manja ini itu, hey… sebelum mengarahkan telunjuk mu berkaca dan tanyalah ke dirimu dulu sudah sejauh apa kau mengenalku, cape deh…).

Banyak yang tidak bisa saya ceritakan disini karena akan membuka aib beberapa orang atau tempat atau apapun itu.

Siang ini, saat saya sedang termenung, ngelamun, mikir dan khawatir ini itu yang sebetulnya tidak perlu, meratapi nasip yang saya indikasikan sendiri, dan mulai menjauh dari diri saya sendiri, istri saya mengatakan sebuah kalimat yang benar-benar membuat saya jungkir balik dan mendapatkan diri saya kembali, jika tidak seutuhnya setidaknya sebagian.

“Hanya 1 cara untuk keluar dari keadaan ini, jangan biarkan keadaan ini menghancurkan dan mengalahkan diri mu, kemana pria penuh semangat dan pantang menyerah yang saya kenal lebih dari 13 tahun, bukankah keadaan dulu lebih parah dari sekarang tapi kamu bisa menang dan melewatinya?”

Kalimat itu bagai tamparan disiang bolong, bayangkan pipi lembut ku di cium pantat teflon yang masih panas membara, rasanya ukhh… nyesss… langsung sadar!!!

Benar!

Apa yang dikatakan istri saya benar. Jika semangat saya redup maka saya akan semakin stress (bukan berarti jika bersemangat lalu tidak sutris ya), dan saat semakin stress maka pikiran saya akan semakin buntu, dan akan membuat saya terlihat seperti zombie baik saat interview maupun bertemu orang. Dan, itu tidak baik untuk kedepan, kapan bisa dapat kerja kalau jadi zombie terus?

Merasa bertanggungjawab sebagai kepala keluarga itu bagus, tapi harus dengan cara yang benar.

Sudah saat nya saya harus sadar, perjuangan ini memang tidak mudah, tidak boleh lupa bersyukur, selalu cari jalan, dan harus tetap bersemangat.

Bukankah ini impian yang sudah dikejar dari dulu.

Memang ini tidak mudah, memikirkan income yang tidak mencukupi pengeluaran itu tidak mudah, walaupun belum sampai menghabiskan tabungan. Mengapa tidak cukup? Ga perlu saya ceritakan karena tidak etis dan tidak baik.

Jika harus kalah dengan keadaan ini, tidak boleh kalah dalam keadaan menyerah, tapi harus dalam keadaan berjuang keras. Jadi kalah pun saya tetap bisa kalah dengan kepala tegak, kalah karena berjuang bukan karena menyerah.

Tapi, saya masih percaya jika saya masih memiliki setitik asa dijalan ini, terserah apa kata orang-orang yang meragukan dan menyudutkan saya, saya memiliki hidup dan jalan saya sendiri yang berhak saya tentukan sendiri.

Yang saya butuhkan hanya 1 sekarang, saya mau tidur karena sudah jam 1 malam saat mengetik tulisan ini.

Lah kenapa ngetik jam 1 malam begini? Karena saya baru pulang kerja dan baru sampai rumah jam 11.30 malam, berat? Ahh… ntar ada yang bilang cewek juga mau jalanin masa saya tidak, biasa orang kita memang suka membandingkan dan terkenal dengan kepo level 10 nya, serta ahli nujum yang seakan-akan sudah mengenal orang luar dalam dengan sekali lirikan mata.

Terimakasih sudah menyadarkan saya istriku, suatu hari jika saya menjadi orang sukses (semoga ya..) maka itu karena ada kamu disisi ku yang tidak pernah lelah menempelkan pantat teflon panas ke pipi lembut ku saat aku sedang kehilangan arah.

Dah ahh… mau tidur dulu, besok mau ke Gereja memuliakan Allah Bapa.

Advertisements

4 Replies to “1 dini hari”

  1. Wait. Kenapa harus nulisnya pipi lembut. Emang selembut apa sih? #salahfokus Hahahahaha. Semangat ya, you are so lucky because you have such a supportive and understanding wife ^^

    Like

    1. Hahaha… beneran lembut tau…

      Iya, sekarang kami dalam posisi bertahan sebisanya, sampai batas tertentu kalau tetap seperti ini ya sudah… harus ikhlas untuk berpaling.

      Setidaknya kami sudah berani mencoba.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s