Tags

, ,

Akhirnya, hari ini kami 1 bulan pertama di Melbourne. Setelah melewati hari demi hari penyesuaian (yang sangat tidak mudah) yang nanti akan saya tuangkan dalam 1 artikel tersendiri saat sudah menemukan ide penulisannya.

Kami bersyukur, sudah bisa melewati bulan pertama ini. Walaupun di perjalanannya ada beberapa kali terjadi hal yang membuat kami cukup tertekan, misalnya anak-anak kami demam karena penyesuaian yang dilakukan mereka, lalu istri saya pun sakit akhirnya dan harus ke GP, belum lagi effort yang harus kami lakukan saat harus belanja bulanan sambil digemboli 2 unyil sepanjang perjalanan kaki. Rasanya itu haduhh… karena di Jakarta kami terbiasa kemana-mana menggunakan mobil.

Hal itu lalu membuat kami membeli 2 hal sebagai perlengkapan perang kami, yang pertama adalah pram/stroller dan yang kedua adalah tas belanja yang ada roda dibawah nya jadi bisa di tarik.

image

Tapi… percayalah jika kedua hal itu memang menolong tapi tidak begitu significant terutama saat jalanan nya menanjak, nah… masalahnya di Melbourne hampir seluruh jalanan nya naik turun alamak… hahaha…

Dan… karena cuaca di Melbourne itu bisa tiba-tiba galau tidak menentu seperti hati abegeh putus cinta, membuat kami membeli juga 2 payung disini (yang katanya, jika bukan payung Melbourne maka tidak akan kuat menahan angin disini yang bisa kuat sekali saat bertiup), yang saya letakan di kedua sisi stroller setelah saya modifikasi sedikit.

Setelah menyesuaikan diri dengan dinginnya cuaca setelah winter (entahlah saat winter akan seperti apa…), cuaca Melbourne mulai menghangat minggu ini, suhu bermain disekitaran 24 sampai 29 kadang 32 sampai 34. Cuaca saat 32 sampai 34 mirip cuaca di Jakarta, bedanya disini 32 ya feels like 32, sedangkan di Jakarta sering 32 feels like 36 wakakak… sedap.

Di 1 bulan ini juga, akhirnya saya memutuskan untuk membeli 1 sepeda agar bisa digunakan untuk jalan ke stasiun terdekat, walaupun jalan kaki hanya 10 sampai 15 menit, tapi saat saya harus pulang malam jam 11 dan jalan kaki pulang, rasanya kok… enakan ngengkol sepeda hehehe… sayang sepeda nya masih dirakit dan baru bisa diambil besok pagi. Dan karena saya pun ingin bike to work jadi tidak sia-sia membeli sepeda sebetulnya, apalagi jika kerja di city yang parkirannya mahal hahaha…

O iya, saya beberapa kali pulang jam 11 malam, aman dan nyaman kota ini (walaupun tetap harus hati-hati ya, karena kejahatan tetap ada dimana-mana waspadalah… waspadalahhh…), setiap stasiun kereta saat jam 9 malam keatas pasti di jaga 2 orang polisi dengan senjata lengkap wow…, dan tentunya di jalan-jalan juga banyak kamera, jadi nyantai aja jalan tengah malam begitu sambil ngetik di HP atau nelpon nyokap di Indonesia, karena beda 3 jam (dan saat summer 4 jam) jadi di Indonesia masih jam 7 or 8 malam.

Yang saya syukuri juga adalah taman ada dimana-mana, disini taman nya bagus, kemaren sempet datang ke salah satu taman di city karena istri saya ingin tamasya di taman bersama kawan-kawan nya yang sudah lebih dulu tinggal disini.

image

Enak loh… piknik di taman sambil menikmati matahari dengan suhu kisaran 25-27 derajat, udara yang bersih, air yang segar yang tersedia ditaman untuk kita minum dan lingkungan bermain untuk anak-anak yang bersih dan aman.

Sebagai penutup 1 bulanan kami, akhirnya kami selesai mengunjungi (calon) sekolah-sekolah yang akan kami pilih untuk anak pertama kami tahun depan, sebetulnya ga perlu dikunjungi sih, tapi karena kami ingin tahu seperti apa sekolahnya sekalian berbincang dengan penanggung jawabnya jadi kami putuskan untuk datang sebelum memilih nya. Kami datang ke sekolah yang dekat dengan rumah kami, lalu kami pilih 4 sekolah yang dibedakan dengan skala prioritas, mungkin di state lain beda cara ya, tapi di state darebin sini kita harus milih 4 sekolah, dan sekarang kami sudah berada di antrian dan dalam 2 sampai 3 minggu akan diberitahu sekolah mana yang masih ada tempat dan bisa menerima anak pertama kami tahun depan.

Sekilas kami lihat sekolah disini dan cara mereka menekankan life skill sebagai ajaran utama, membuat kami puas dan merasa kami tidak sia-sia berjuang kesini demi pendidikan anak-anak kami, apalagi saat melihat anak pertama kami excited dan sangat antusias di dalam sekolah. Untuk mengulasnya akan saya tuliskan nanti saat anak kami sudah sekolah dan kami sudah melihat sendiri proses nya. Haduh… belum apa-apa sudah ngutang 2 janji tulisan berarti saya… semoga ingat hahaha…

Advertisements