Tags

,

Minggu pertama di Melbourne (eh… belum ya ?!? Hahaha… kurang sehari lagi), sebuah mimpi yang menjadi kenyataan (dan saya pun merasa seperti masih bermimpi). Disinilah kami sekarang, hidup di kota yang cantik dan bersih ini yang membuat saya semakin tidak heran jika kota ini menjadi kota yang paling layak huni sedunia selama 5 tahun berturut-turut sampai tahun 2015 !!! Bisa di cek disini.

Setelah memulai dan melewati hari-hari pertama yang berat dan menyiksa (sekarang juga terasa agak tersiksa sih hahaha… maklum proses penyesuaian), akhirnya proses kehidupan mulai kembali ke jalurnya sedikit demi sedikit.

Mau saya ceritakan hari-hari pertama kami seperti apa?

Oke, kami mendarat di Melbourne dalam keadaan rumah belum ada listrik dan gas dengan cuaca sedang asik bermain di antara suhu 9 ke 12 derajat (wew…), bawa anak 3 tahun dan 1 bayi umur 6 bulan kebayang donk kalang kabut nya saya mengejar itu tukang listrik dan gas. Disini ga seperti di Jakarta yang listrik tinggal telp trus… yaa… gitu deh… langsung tersambung, gas tinggal telpon enci blok sebelah langsung diantar. Disini beda, proses nya lebih rapi dan jelas karena kita di mintain ID dsb nya… jadi… hari pertama disini saya sambil ngurus buka bank account dan no handphone dibumbui kejar-kejaran dengan provider listrik dan gas agar bisa di hidupkan sebelum jam 6 sore (untung ada kawan baik hati yang bisa telp sana sini pakai no Oz dia).

image
Suhu salah satu dini hari saat masih jetlag.

Dann… heater, electric blanket sudah pada sold out karena sudah ganti musim, nah…. masalah baru lagi… beku deh ntar malem ini sekeluarga menikmati 10 derajat yang dengan manja nya membelai-belai kulit kami… syukurnya… akhirnya dapet 1 heater ex display yang harga nya diatas 100 dollar yang kemudian di diskon 50% (syukurlah) yang langsung saya ambil tanpa mikir. Mirip tivi ya? Hehehe… kalau dinyalain mirip perapian karena ada sinar lidah api menari di bebatuan nya (lihat gambar yang di pojokan).

image

Lalu… syukur lagi karena hari kedua ada kawan mengajak ke komplek belanja dekat rumah yang bisa dijangkau dengan jalan kaki 10 menit (iya komplek karena semua supermarket besar tumplek plek jadi satu di satu tempat) dan setelah jalan sana sini, tanya sini sana… eh ada sisa 4 electric blanket yang kemudian langsung saya borong 3 sambil senyum-senyum ngelus dada (akhirnya malem ini tidur nya bisa enakan…).

Setidaknya di (hampir) minggu pertama ini sedikit demi sedikit kehidupan mulai kembali ke track lagi dan rumah juga sedikit demi sedikit sudah ada beberapa barang seperti tivi untuk hiburan anak-anak.

image

Dan dapur buat masak juga sudah bisa digunakan secara makananwi.

image

Belum yang lain nya yang kalau diceritain bisa jadi novel di artikel ini, seru deh pokoknya hehehe… (dan ngeselin juga), pindah rumah saja repot kan, ini pindah negara dan benua dengan bawa bayi 6 bulan dan balita 3,5 tahun… penyesuaian cuaca nya sih bener-bener tantangan, belum penyesuaian yang lainnya. Misalnya? Buang sampah rumah tangga aja harus mikir! Kaga heran ini kota bersih begini. Cape ga tuh… ups… ga papa kan penyesuaian, nanti juga lama-lama jadi biasa. Tapi, menurut saya pribadi yang paling penting dari semua nya adalah ini sangat layak diperjuangkan jika kalian mencari value of life.

Oke… sekarang saya mau cerita kota nya aja ah… lebih enak dan secara tidak langsung kota ini membuat semangat saya jadi tidak kalah dengan semua keadaan yang menjadi tantangan disini hehehe…

Saya belum pernah mengunjungi Melbourne sebelumnya, mungkin itulah yang membuat saya menjadi terkaget-kaget sekaligus terkagum-kagum tiada henti saat melihat keindahan kota ini. Udara nya… mantap segar nya, udara Puncak sebelum macet seperti sekarang saja belum tentu lebih baik, langitnya bersih biru cerah tidak penuh asap polusi. Air nya… ah… ga usah dikata deh, bisa langsung diminum dari keran dan boleh diadu dengan air terbaik di kota sebelumnya, kalah air galonan di kota sebelumnya yang katanya dari air mata pegunungan itu.

Kota nya sangat cantik dan teratur, apalagi saya dapat tempat tinggal yang tidak jauh dari pusat kota tapi suasana nya seperti pedesaan, sepi banyak pohon dan tenang. Disini setiap pengguna jalan mematuhi aturan yang ada dan saling menghargai satu dengan lainnya, tidak ada saling serobot apalagi petantang petenteng, sangat tertib jika dibandingkan “kota sebelumnya”. Yah… mungkin memang beda mental dan peradabannya kali ya.

Salah satu hal yang membuat saya paling kagum adalah dijunjung tinggi hak pejalan kaki, disini pejalan kaki sangat dihormati dan mereka diperlakukan seperti Raja, pejalan kaki adalah pengguna jalan yang memiliki keistimewaan paling tinggi, semua harus ngalah dengan pejalan kaki jika mereka berada ditempat yang memang diperuntukan oleh mereka. Disini pejalan kaki disediakan tempat yang bersih dan lebar untuk berjalan dan tempat tersebut tidak akan dijadikan ajang perebutan dengan pedagang asongan apalagi biker, walaupun begitu pejalan kaki pun tetap harus ikut mematuhi peraturan yang berlaku terutama saat akan menyebrang jalan, jadi tidak terlihat tuh yang nyebrang suka-suka, atau mau nyebrang di tempatnya tapi masih takut-takut disundul motor atau mobil. Bahkan jika ada perbaikan jalan atau galian apapun yang memotong atau mengganggu jalur pejalan kaki, mereka akan membuatkan jalur sementara agar para pejalan kaki tetap bisa senyaman mungkin melakukan aktivitasnya (gambar pertama dibawah ini). Hal yang sudah pasti tidak akan saya temukan di “kota sebelumnya”.

image

image

image

Selain itu, hal lainnya adalah arsitektur kota ini, entahlah… mungkin karena saya orang yang juga menyukai seni, jadi saat melihat kota ini jadi berasa benar-benar nyeni banget. Gedung-gedung tua nya sangat dirawat, itulah kenapa sampai saat ini pun mereka tetap menjulang mencakar langit dengan gagah dan bangga nya diantara bangunan-bangunan baru yang lebih modern, membuat mereka menjadi sebuah perpaduan kontras yang elok antara sebuah kemegahan angkuh yang klasik di masa lalu dengan kemewahan modern yang baru saat ini, yang sangat memanjakan mata orang-orang yang memandangnya dalam 1 pandangan mata. Luar biasa indah dan cantik.

image

image

image

Kota ini juga penuh dengan taman, tidak heran jika Melbourne disebut juga kota taman, apa yang kalian pikirkan jika semua kota penuh dengan taman? Tentu…. udara yang segar dan ruang terbuka yang nyaman! Udara yang bersih dan segar tanpa penuh dengan asap kendaraan dan rokok, polusi. Selain itu tentu saja ruang terbuka ini membuat kita relax… iya, sangat santai… bisa melihat anak-anak main dengan riang gembira di alam terbuka yang aman dan bersih pun sudah cukup membuat hati dan pikiran kami relax, belum lagi kami bisa sekedar duduk-duduk santai dan bercengkerama sambil memperhatikan kedua anak kami bercanda di rerumputan tanpa kawatir dengan polusi dan keamanan sambil menikmati udara yang segar dan suhu yang dingin-dingin hangat. Dan yang paling membuat saya kagum adalah kebersihan taman nya, tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan bahkan seekor gukguk yang dibawa jalan-jalan oleh majikan nya pun di pungut pup nya saat si gukguk buang air besar. Sungguh luar biasa mental disiplin nya jika dibandingkan tempat saya dulu. Ahhh… mungkin ini zona nyaman berikut nya dalam hidup kami. Amin.

image

Belum lagi sistem transportasi umum yang bersih, tertib, rapi dan yang paling penting jarang telat. Disini saya belum pernah melihat keadaan kereta, bus maupun tram seperti di Jakarta saat jam pergi dan pulang kerja, dimana penumpang nya berdesakan seperti ikan pepes. Masing-masing tahu diri untuk mengalah agar tidak terlalu penuh, mungkin karena servis publik transport nya juga bagus kali ya. Kami benar-benar seperti orang yang dimanja dengan semua fasilitas ini walaupun kami memberikan sumbangsih juga melalui pajak yang kami bayarkan. Akan tetapi, siapa yang bisa komplain lagi jika hasil kelola pajak kami dikembalikan dalam bentuk seperti ini? Entahlah…. kami tidak mampu memberikan komplain, ini terlalu bagus untuk di komplain jika saya bandingkan dengan “kota sebelumnya”. Jalanan yang mulus hampir tanpa lubang, publik transport yang rapi, bersih dan tertib, taman yang terawat, pelayanan kesehatan gratis tapi dilakukan penuh Profesional, dan lain sebagainya. Membuat saya tidak bisa komplain dengan besar nya pajak yang dipotong, karena timbal balik nya sangat setimpal.

image

image

Apalagi setiap pagi jika saya harus berjalan ke stasiun atau halte terdekat untuk naik publik transport, dimana perjalanan saya dihiasi pohon-pohon hijau kanan kiri, dihibur indahnya kicauan burung sana sini, ditemani oleh tupai yang berlarian kesana kemari sekedar bercanda satu dengan lainnya atau mencari makan, dan menghirup udara yang segar dan bersih membuat saya merasa sangat bersyukur kepada Tuhan dan merasa beruntung bisa membawa keluarga dan anak-anak saya kesini.

image
Ini adalah sebagian jalanan yang saya lalui saat jalan kaki berangkat kerja.

Semoga Tuhan memberikan kami kesempatan untuk hidup selama mungkin disini untuk menikmati semua keindahan dan kenyamanan yang tidak terkatakan ini.

Terimakasih Tuhan… Terimakasih…

Advertisements