Tags

Semakin mendekati hari H… saat-saat dimana ada keadaan yang membuat saya merenung saat melihat rumah mungil kami ini. Terkadang ada perasaan yang berat saat tahu semakin dekat kami akan berpisah dengan rumah ini untuk waktu yang tidak bisa ditentukan, rumah yang sudah melindungi kami dari panas dan hujan selama 6 tahun. Rasanya seperti baru kemarin kami bolak balik kesini mengecek proses pembangunan nya sudah sampai sejauh mana.

Rumah ini tidak besar tapi enak dan lega untuk ditinggali karena dulu saat kami memutuskan membangun ulang rumah ini, proses perombakan ulang nya sudah disentuh oleh tangan seorang Arsitek yaitu istri saya, hal itu membuat pembagian ruang menjadi maksimal, luas rumah ini hanya 60 meter persegi 2 lantai, tapi rumah ini nyaman dan sangat berarti bagi kami.

image

image

image

image

Rumah ini kami beli sendiri di tahun 2008, termasuk salah satu langkah nekat saya saat itu karena income saya belum memadai, nekat tapi nekat yang diperhitungkan tidak asal nekat, yang puji Tuhan akhirnya bisa kami lunasi pada 2014 (sesaat sebelum kami hijrah), sesuatu yang tidak pernah kami sangka sebelumnya, cara Tuhan membuka jalan bagi kami tidak akan pernah bisa dituntaskan oleh alat hitung tercanggih di dunia ini. Rumah ini pun menjadi saksi bisu anak-anak kami melewati masa kecil nya, khusus anak kedua kami hanya sampai 6 bulan. Salah satu ruangan favorit anak pertama kami adalah kamar tidur utama (gambar setelah ini), tempat dia tumbuh besar, menari, loncat kesana kemari dan bermain. Mungkin dia akan kangen dengan ruang itu nanti hahaha…

image

image

Terlalu banyak kenangan yang terjejak di setiap sudut nya, senda gurau, kesedihan, pertengkaran dan lainnya yang pernah menghiasi kehidupan kami di rumah ini akan menjadi kenangan indah sebentar lagi. Dan kami pun mengabadikan kami berempat diruangan paling favorit di rumah kami, kamar tidur utama, sebagai kenangan saat kami sudah di Melbourne nanti.

image

Rumah ini akan menjadi kenangan yang indah, terlalu indah untuk dilupakan. Dan akan selalu menjadi bagian sejarah kehidupan keluarga kami sampai nanti.

Tinggal dua hari lagi, kami menikmati kasur empuk di rumah ini. Ada perasaan yang berkecamuk di dada saya saat membayangkan apa yang kira-kira akan kami hadapi nanti disana. Saya hanya bersandar, yakin dan berpegang pada 1 hal, jika Tuhan sudah menyediakan jalan dan berkat disana, ditabur di sekeliling kami dan hasil akhirnya dikembalikan kepada kami, akankah kami berusaha atau mudah menyerah.

Dan, tulisan ini dibuat ditanggal kami bertemu dan memutuskan untuk berjalan sebagai pasangan tepat 13 Tahun yang lalu (5 September 2002), salah satu hari paling membahagiakan dalam hidup saya, yang tidak pernah saya sangka jika sebentar lagi saya akan membawa mantan pacar saya ini melalang buana jauh menyebrangi lautan menuju benua kangguru di selatan sana, untuk mengejar tahapan lain dalam kehidupan berkeluarga kami yang selalu kami sandarkan pada 1 hal, Iman kami kepada Kristus, yang bahkan belum sebesar biji sesawi.

Advertisements