The last “D”

Pagi ini, mengulang apa yang selalu saya lakukan (dulu), menembus pagi buta, menyapa matahari pagi yang selalu berada tepat di depan muka saya selama di jalan, demi menghindari kemacetan gila, untuk mengais rejeki.

Ditemani oleh radio mobil yang selalu saya tempatkan di frekuensi JakFM, saya bernostalgia mengingat masa-masa saya masih harus berjibaku dengan kepadatan jalanan Jakarta yang sudah makin tidak karuan dan masuk akal, yang kemudian menjadi salah satu pemicu semangat saya untuk berusaha membawa anak-anak saya jauh dari keadaan seperti itu.

Pagi yang mulai padat ini (dan cenderung makin padat setiap hari nya) dimulai dengan segelas kopi kapal api sachet di warung emak sebelah kantor yang akan menjadi salah satu tempat penuh kenangan.

image

Hari ini, hari saya akan berpamitan dengan kawan-kawan di kantor, karena akan menjadi hari terakhir saya bekerja disini. Terutama, berpamitan pada beberapa orang yang sudah sangat membantu dan mendukung karir saya, dan juga proses selama saya akan melakukan migrasi ini, baik selama proses perjuangan mendapatkan nya maupun selama proses persiapannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s