Tags

, ,

Sehari setelah pulang dari Tegal, tiba-tiba saya mendapati air di rumah bau dan keruh (lagi). Kejadian ini bukan yang pertama, beberapa tahun belakangan ini setiap kemarau tiba dan sungai yang menjadi sumber air utama pengolahan air yang menyuplai kebutuhan air di perumahan saya kering, terjadilah kualitas air yang seadanya mengalir ke rumah-rumah disini dan salah satu nya rumah saya.

Bukan masalah sudah kekeringan masih untung ada air masih saja ngeluh… bukan… yang menjadi masalah adalah air yang saya gunakan ini tidak gratis dan harganya pun tidak termasuk murah (setidaknya untuk ukuran saya), sudah tentu saya mau air yang setimpal kualitasnya dengan biaya yang saya keluarkan donk…

Tapi ya sudahlah… memang harus siap menerima keadaan ini karena ya memang harus siap kalau ingin tinggal disini. Itulah kenapa saya berusaha membawa anak-anak saya agar mereka bisa mendapatkan tempat dimana airnya dikelola dengan baik dan sesuai, tidak asal-asalan begini. Jangankan dikonsumsi, dipakai untuk bersih-bersih saja saya ragu-ragu.

Walaupun hari ini kondisi air nya sudah mendingan ya… tapi tetap saja tidak sebagus dan sesegar biasanya (dimana kondisi yang saya anggap biasanya itu saja sudah saya anggap ga layak konsumsi, jadi saya hanya pakai untuk bersih-bersih saja). Lalu untuk konsumsi nya bagaimana? Terpaksa saya beli lagi air galonan, apa boleh buat.

Langsung mata ini melirik countdown, eh… ternyata 9 hari lagi… tidak terasa dalam hitungan hari kami akan berada ditempat dimana air bisa langsung diminum dari keran tanpa takut diare dan keracunan limbah.

Semoga semua nya lancar dan dilancarkan.

Advertisements