Packing officially Done

Setelah membereskan semua persiapan resign dari pekerjaan saya, akhirnya hari ini semua barang kami sekeluarga pun secara resmi bisa dikatakan sudah selesai kami packing kedalam 3 koper travelling besar dan 2 tas camping besar.

Capenya itu ga ketulungan, karena untuk bisa packing dan mikir dengan tenang kami harus kucing-kucingan dengan 2 krucil dimana yang satunya sudah 3 taonan dan 1 lagi baru 6 bulan yang selalu teriak-teriak minta di gendong (kebayang donk anak kecil umur 3 taon iseng nya gimana kalau melihat kehebohan barang yang sedang dibongkar, yang ada kan bukannya membantu tapi malah makin exited untuk berantakin dan berantakin yang sudah disusun oh noo…) yang waktu terbaiknya adalah saat mereka terlelap, yang artinya tengah malam dan dengan sukses membuat kami begadang deh berhari-hari, belum pusingnya sortir barang sambil diskusi hangat (sambil megang teflon… ga denk… hahaha…) sama istri dengan mata 5 watt tapi otak harus tetap 100 watt, tapi serunya ga terlukiskan.

Ternyata lelah juga saat semua sudah beres, kami berdua duduk di sofa sambil menghela nafas panjang sambil memandang satu dengan yang lain dan berkata lewat mata yang berusaha di plotot-plototin agar keliatan serius sambil ngangguk-ngangguk dan saling mengirimkan telepati “udah ya… jangan dibongkar ulang lagi, faktor ‘U’ kaga boong, ntar encok“. Deal!

Dan kami pun tersenyum lega sambil gandengan tangan, lalu mulai beranjak untuk istirahat, rasa nya saat sudah selonjoran dan ngulet diatas kasur yang empuk setelah bertempur dengan packing berhari-hari itu maknyusss kawan!

Poto lagi ahh… perlengkapan tempur nya,

image

Lah… terus bedanya apa dengan poto di artikel sebelumnya?

Bedanya adalah, untuk poto yang 1 ini sudah confirm ga akan dibongkar lagi hehehe… karena semua barang yang di juejelin kedalem masing-masing tas itu sudah melalui proses screening ketat ala ef bi ai atawa si ai ei, dan semoga totalnya ga lebih dari 100 Kg.

Dimana proses itu setelah berkutat berhari-hari dengan ini prioritas atau itu prioritas yang membuat pusing dan berakhir dengan banyaknya buku-buku koleksi saya yang harus direlakan untuk menyusul kemudian serta beberapa barang yang memang setelah dipikir-pikir kok rasanya mending beli disana daripada bayar over baggage yang jatuh nya tidak murah, soalnya setelah dihitung cost over baggage ternyata ga jauh beda dengan beli disana (patokan harga second hand ya), jadi daripada bawa berat-berat ditambah potensi bikin punggung keseleo lebih baik dibatesin baggage nya dengan sortir prioritas.

Untuk buku-buku yang tidak bisa dibawa saat ini sudah dirapikan dan menjadi 3 kardus besar (err…. kardus nya ga besar-besar amat juga sih), jadi nanti jika kami ada kesempatan pulang, kami tinggal angkat dan bawa ke Melbourne. Dari 3 kardus itu saja sudah melalui proses filter mana buku yang mau dibawa mana yang tidak yang hasilnya adalah tadaaaa… 99% persen bukunya dibawa hahaha…, koleksi buku saya tidak banyak kok (cuma 3 kardus). Untung rumah tidak jadi kami jual, jadi masih ada tempat buat barang-barang kami yang belum terbawa itu, terutama foto kenangan saat prewedding dan wedding kami yang salah satunya berupa foto frame sebesar dinding rumah (lebay ah…) saat dulu kami masih top-markotop.

Masih ada 1 tas travelling kecil sih… tapi itu bukan hal urgent karena yang akan masuk kesana pun sudah ditentukan, dan memang disiapkan untuk hal-hal yang memang harus menunggu hari H nya baru bisa dimasukan kedalam tas, seperti contoh nya : daleman hehehe… ya iya lah masa kami sampai berangkat nanti pakai side a side b kan ga juga ^^,

Lega… sekarang yang harus dilakukan adalah melototin kurs hikss… kenapa dollar nya babak belur begini yaa… semoga ada 1 hari dimana dollar nya waras jadi bisa nyicil beli dollar Australia dengan dana tersisa yang sudah mepet buat kehidupan disana.

image

Dann… jika melihat aplikasi countdown yang saya install di andro saya, tidak terasa tinggal sebentar lagi The Big D akan tiba, aw… aw… makin deg deg serr… apalagi saya sudah set up jam ke dual time, hal ini sebetulnya untuk pengingat saja karena ada perbedaan jam dan saya berusaha untuk tidak mengganggu jam istirahat kawan-kawan disana saat harus berkoordinasi (jiah… pakai bahasa nya hahaha…) untuk semua persiapan disana.

Beruntung banget disana punya kalian yang mau membantu, Thanks so much mate!

Semoga semua lancar sampai hari H dan kedepannya disana. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s