Hoarang Khayah

“Kenapa mau pindah ke Australia?”
“Hidup di luar negeri kan ga bisa kaya?”

WOW !!! Ternyata masih ada orang yang menjalani kehidupan dia dengan tujuan menjadi orang kaya! (Banyak kelesss yaa… mungkin saya saja yang kuper ga pernah gaul kekinian…), dan ga salah juga lah ya… hak pribadi masing-masing orang, garis bawahi hak pribadi, apa itu arti kata ”pribadi”?

Pertanyaan dan pernyataan tersebut diatas, untuk kesekian kali nya mampir ke telinga saya saat salah satu manusia di bumi pertiwi ini mengetahui rencana kepindahan kami. Kenapa selalu dia yang melontarkan wacana tentang menjadi orang kaya? Mungkin dia care ya, tapi please dehh… peduli itu bukan berarti sampeyan bebas kepoin urusan pribadi orang lain, apalagi sampai ikut campur mengomentari tujuan hidup orang lain. Ingin rasanya saya ajak duduk bareng orang tersebut lalu saya tanyakan beberapa pertanyaan seperti berikut, (ikutan kepoin dia balik biar rame)

“Sampeyan dah berhasil jadi orang kaya selama hidup disini?”

“Di umur berapa sampeyan berhasil menguliahkan anak sampeyan ke luar negeri?” (pertanyaan ini dilontarkan karena biasanya orang kaya berpatokan pada “kuliah anak ente dimane seh njengg??” Kalau dijawab luar negeri, nahhh… mungkin dia emang orang kaya).

Kalau di pertanyaan pertama saya ternyata sampeyan memang sudah berhasil jadi orang kaya, congratulations and ya sudahlah… toh yang punya tujuan jadi wong sugih kan sampeyan, saya tidak tuh…

“Lah… terus ga pengen kaya?”

Ya pengen lah, tapi buat saya ga harus punya banyak harta dan uang untuk jadi orang kaya beneran. Kategori kaya dan sukses buat saya tidak diukur dari sebatas apa harta benda yang kita miliki, sebesar apa rumah kita, sebanyak apa emas, berlian dan baru akik yang kita timbun, setinggi apa tumpukan rupiah dan dollar kita, bukan… buat saya kategori kaya itu lebih jauh, luas dan tinggi dari sekedar punya duit, jabatan, dan harta benda. Sederhana kan?

OK And next ke pertanyaan kedua,

Jika patokan sampeyan menjadi orang kaya itu adalah kemampuan menguliahkan anak ke luar negeri, waduh… maap saya belum sampai nguliahin anak saya keluar negeri, tapi saya nyekolahin mereka ke luar negeri! Di umur berapa sampeyan yang merasa sudah kaya itu berhasil nguliahin anak ke luar negeri? Lebih cepat dari saya nyekolahin anak ke luar negeri? Dengan patokan itu lalu siapa lebih kaya disini?

NO OFFENSE!!! Kenapa sih urusan kaya menjadi penting dalam hidup, dan kenapa hal itu didorong ke muka saya untuk melakukan judgement hanya karena sampeyan merasa itu lebih benar? (Ups… mungkin dia hanya care…)

Menjadi orang kaya, mungkin adalah tujuan beberapa bahkan banyak orang dalam menjalani hidup mereka di dunia ini.

Akan tetapi, tujuan saya beda, saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi orang kaya, milyarder, pejabat, orang terkenal, atau apapun itu yang penuh gemerlap.

Tujuan hidup saya sederhana, saya ingin anak-anak saya mendapatkan pendidikan terbaik yang bisa saya berikan, dan mereka bisa tumbuh di lingkungan yang lebih baik dan tertib, udara dan air yang lebih bersih. Menjadi orang kaya tidak penting bagi saya, karena hal itu bukan sesuatu yang pasti membuat saya bahagia. Jika diberikan jalan untuk menjadi wong sugih itu tadi suatu hari ya matur nuwun Gusti, tapi itu bukan hal yang akan dan selalu saya kejar dalam hidup.

Terlebih lagi saya meyakini 1 hal, harta benda yang kita wariskan belum tentu bisa membuat kehidupan anak-anak kita menjadi lebih baik dan sukses, karena warisan harta itu sesuatu yang tidak kekal dan bisa bangkrut, hilang dan pada umumnya yang ada malah cenderung merusak dan membuat manja mereka. (Itu yang saya lihat, yang sampeyan lihat ya itu urusan sampeyan…)

TAPI saya meyakini 1 hal lainnya, jika saya mewariskan ilmu yang diletakan di otak masing-masing anak saya, maka saya sudah meletakan warisan abadi untuk mereka bertahan hidup, sesuatu yang tidak akan hilang kecuali mereka gegar otak hilang ingatan atau RIP.

Sederhana kan?

Jika lebih disederhanakan lagi, saya lebih ingin menjadi Hoarang Khayah daripada menjadi Orang Kaya.

Apa itu Hoarang Khayah? Terlalu sederhana untuk diartikan dan pernah saya tuliskan disini. 🙂

Tidak ada yang lebih bahagia daripada menjadi orang Merdeka.

Dirgahayu Indonesia ku, MERDEKA!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s