Sebuah Rasa…

Kemaren, untuk kesekian kali nya saat berada di Kathedral, saat doa syukur agung dipanjatkan lalu dilanjutkan penerimaan hosti dan memanjatkan doa setelah nya, ada sebuah rasa syukur yang begitu mendalam yang membuat saya menjadi melow karena terharu saat sebuah doa syukur saya panjat kan.

Lalu setelah nya, saat misa sudah selesai, dan saya melanjutkan doa ke gua Maria, kedua mata saya berkaca-kaca saat melantunkan doa 3 kali Salam Maria setelah mengucapkan doa syukur kepada Bunda Maria.

Saya sangat bersyukur, sangat yang teramat sangat. Novena tanpa henti yang saya panjatkan saat akan maju ujian CCIE (salah satu ujian tersulit yang ada saat itu dan mungkin masih sampai saat ini), selama proses kehamilan sampai kelahiran kedua anak saya (dimana ada keadaan khusus yang bisa menyebabkan sebuah keadaan berbahaya) dan selama proses perjuangan kami saat berusaha mendapatkan PR yang semua nya pernah saya tuliskan disini terkabul.

Saya sungguh sangat terharu atas semua berkat yang saya terima ini, tidak terkatakan besar nya rasa syukur ini. Hati saya benar-benar sesak oleh perasaan itu dan saat ditumpahkan seluruhnya dalam doa syukur dan terimakasih, ada perasaan sejuk dan damai yang teramat sangat tumpah ruah menyirami perasaan saya saat itu.

Perasaan ini…. tidak terkatakan dan tidak terlukiskan.

Tuhan sungguh baik, maha baik, maha kuasa. Dari semua proses ini yang sudah terjadi dalam kehidupan keluarga kami ditambah dengan kejadian yang terjadi sebelum kami berkeluarga membuat saya semakin yakin dan percaya, jika Tuhan sudah berencana dan berkehendak maka tidak ada yang mustahil, dan kita pun harus berani dan mau meminta nya dalam wujud doa dan iman.

Seperti yang pernah saya dapatkan dari salah satu artikel bacaan, “Tuhan sudah menyusun dan merancang semua rencana dalam hidup kita, baik besar maupun kecil, baik percobaan yang mendidik maupun berkat yang menciptakan rasa syukur. Akan tetapi Tuhan pun menambahkan catatan ‘as you wish’ di beberapa rencana Nya tersebut dan kita tidak mengetahui di rencana yang mana catatan itu ditambahkan, karena itulah kita tetap butuh berdoa dan percaya pada Nya agar rencana yang kita impikan itu terjadi pada hidup kita”

Seluruh proses ini, mengajarkan 1 hal pada iman saya, saat kita bersandar pada-Nya maka kita tidak perlu khawatir lagi dengan kekuatan kita dan tidak terikat dengan kekuatan duniawi. Seperti yang sudah dijanjikan-Nya, dimana Mukjizat akan terjadi pada waktunya, saat kita memanjatkan doa dan saat kita percaya.

Mukjizat? Percayakah kalian dengan mukjizat? Saya percaya, karena hal itu sudah terjadi berkali-kali dalam hidup saya seperti salah satunya yang saya ceritakan disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s