Tags

, ,

Hari ini, akhirnya kami bertemu dengan sworn translator kami dulu Tante Elizabeth Tanzil. Rasa nya seperti baru kemaren kami bertandang ke rumah dia untuk menerjemahkan semua dokumen kami saat pertama kali ingin memulai aplikasi PR Australia ini, dan itu adalah awal 2011… wow… lama yaa….

Tante Elizabeth adalah salah satu orang dibalik keberhasilan kami (terutama saya) untuk berusaha tidak menyerah selama ini, jika kalian membaca proses pengajuan PR kami, dia ada saya sebut beberapa kali di artikel dalam kategori “next journey”.

Senangnya bisa bertemu orang-orang baik seperti dia, yang tidak pernah cape memotivasi dan mendoakan kami, dan tidak pernah pelit berbagi informasi mengenai hal yang ada di Australia karena dia sudah tinggal disana lebih dari 10 tahun.

Obrolan berlangsung hangat dan akrab walaupun selama hampir 5 tahun ini kami hanya berkomunikasi lewat email selepas selesai menerjemahkan dokumen, karena beliau lebih banyak berada di Sidney daripada di Jakarta dan juga karena kesibukan kami sebagai orang tua baru membuat kami sulit menyamakan waktu untuk bisa bertatap muka seperti hari ini.

Selain itu kami juga senang karena sebelumnya kami banyak bertemu kawan kami baik dari istri maupun saya pribadi. Kami jadi serasa selebriti dadakan yang harus atur-atur jadwal agar bisa bertemu mereka semua ditengah-tengah waktu kami yang terbatas karena tersita di persiapan yang membuat pusing keliling kampung ini hahaha…. terimakasih banyak ya kawan-kawan semua baik yang sudah meluangkan waktu kalian untuk menemui kami sebelum kami hijrah maupun yang sudah meluangkan waktu untuk membantu mendoakan jalan kami, tentunya semua tidak akan selancar ini tanpa bantuan doa kalian juga.

Kalian akan selalu ada di hati kami.

Dan, hari ini juga kami mendapatkan kabar ternyata ada juga kasur baru yang lumayan bagus dengan harga tidak terlalu mahal, kisaran AUD 160 sampai AUD 200 perbuah nya untuk ukuran double. Tadinya saya sudah horror karena takut kasur yang kami inginkan bakalan mahal banget untuk ukuran rupiah yang sedang lemah ini hahaha… kampungan amat ya… ya harap maklum secara kami belum pernah kesana apalagi sampai belanja disana.

Sekarang kami sudah semakin lega karena to do list kami satu per satu mulai tercapai, terutama yang paling urgent yaitu tempat tinggal. Packing yang kami lakukan juga mulai terlihat bentuk nya dan terukur kira-kira berat nya berapa, semoga tidak kelebihan dari bagasi yang diberikan.

Jalan kami satu per satu dibuka oleh Tuhan, sungguh luar biasa saat Tuhan menyiapkan kami 5 tahun ini untuk melalui jalan di depan kami ini untuk anak-anak kami yang kami perjuangkan begitu kuat dan kerasnya, begitu juga sangat luar biasa saat Tuhan menunjukan jalan satu per satu dan membukanya untuk kami saat kami sedang berusaha sekuat tenaga untuk menyiapkan dan mewujudkan nya.

Semoga tetap lancar sampai pada hari H dan seterusnya.

Advertisements