Yeah… disetujui

Hari ini, tepat 30 hari menjelang keberangkatan kami seperti yang saya tulis di post sebelumnya, akhirnya tadi sore mendapat kabar jika aplikasi sewa rumah kami disetujui. Yey… senangnya…

Di Melbourne, Australia memang agak sulit mencari sewa tempat tinggal, mungkin karena yang mencari lebih banyak dari yang menyediakan membuat kompetensi sewa menyewa menjadi tinggi. Bagusnya adalah, kompetensi itu ada di penyewa bukan pemilik, jadi kemungkinan pemilik menaikan harga seenaknya sangat kecil, semua sudah ada kelas nya sendiri mengenai seberapa tinggi harga sewa nya.

Contoh nya rumah yang harga sewa nya seminggu 200 Australia Dollar ya akan tetap segitu walaupun yang mau nyewa antri. Di Australia semua aplikasi menyewa rumah biasanya dikumpulkan di seorang agen perumahan, setelah di filter selanjutnya diberikan kepada pemilik rumah untuk ditentukan akan diberikan kepada siapa sewa menyewanya. Jika pemilik tidak sreg atau menemukan calon penyewa yang sesuai maka akan dilelang lagi.

Dan, dalam aplikasi tersebut jelas disebutkan harga sewa per minggu berapa, lalu jaminan sebulannya berapa, untuk yang belum pernah sewa menyewa disana, cara hitung nya adalah (n x 4) x 12 bulan lalu hasilnya dibagi 52 minggu, nah… ketemu seminggu nya berapa lalu dikali 4 untuk jaminan 1 bulannya.

Selain itu kita juga diminta menyertakan referensi, bukti tempat tinggal terdahulu (bisa tagihan listrik, air atau gas) dan karena saya menyewa ini untuk pertama kalinya saya menggunakan ktp dan ktp yang sudah diterjemahkan di sworn translator sebagai bukti tempat tinggal di Indonesia. Mungkin juga karena saya baru pertama kali jadi agak sulit membuat pemilik rumah mempercayakan rumah nya untuk saya tempati. Disana sewa menyewa dilindungi oleh hukum, jadi tidak bisa seenaknya untuk kedua belah pihak.

Setelah itu masih diminta juga pekerjaan kita apa, kantor dimana, siapa yang bisa dihubungi di tempat kerja, sampai ke history kita menyewa rumah sebelumnya. Dan juga diminta juga visa kita apa karena disana minimal sewa adalah 1 tahun.

Ribet yaa… tapi ya itu, ribet dan susah susah gampang memang, tapi kita sebagai penyewa juga jadi merasa terlindungi oleh hukum disana selain mau tidak mau jadi harus lebih bertanggung jawab. Karena jika ada kerusakan yang disengaja oleh kita maka uang jaminan itu akan digunakan sebagai biaya perbaikan, dan bisa sampai di mediasi oleh pemerintah setempat, mantap kan hehehe….

Setidaknya perjuangan mencari tempat tinggal sudah beres. Sekarang saya pindah konsentrasi nya ke beli perabotan yang penting dulu seperti kasur, kulkas dan mesin cuci. Semoga tidak menghabiskan uang banyak. Untuk kulkas sendiri kebetulan penyewa lama ingin menjual punya dia, dan nanti teman saya disana akan bantu melihat kondisinya, jika kondisinya bagus maka tinggal nego harga saja, setidaknya 1 barang beres hehehe…

Huihhh… pusing keliling kampung tapi menyenangkan dan membuat semangat. Semoga bisa semakin lancar menuju hari H dan hari-hari selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s