Sebuah ke”bebas”an

Entahlah… akhir-akhir ini sering terlintas sebuah renungan seandainya kami gagal mendapatkan PR ke Australia. Hari-hari penuh dengan kecemasan saat mengumpulkan dana untuk sekolah anak-anak, belum lagi menyiapkan cadangan dana tidak terduga jika mereka sakit dan lain sebagainya selalu membayangi pikiran saya.

Memang, kita tidak perlu khawatir karena semua sudah disiapkan oleh Nya. Akan tetapi, apa daya peran saya sebagai seorang ayah tidak bisa melepaskan kecemasan itu begitu saja.

Ada rasa syukur yang teramat dalam di hati saya saat merasakan kecemasan itu tapi di satu sisi merasakan ketenangan karena saat di Australia nanti sebagai pemegang PR anak-anak kami bisa sekolah secara gratis dan saat sakit pun di tanggung oleh pemerintah menggunakan pajak yang kami bayar.

Perasaan tenang itu benar-benar tidak terlukiskan, perasaan bebas dari kecemasan dan khawatir merupakan salah satu tingkat tertinggi level kebahagiaan kita sebagai manusia.

Apalagi jika mengingat banyak nya orang-orang (sodara, jika masih bisa dikatakan sodara) yang meragukan saya bisa berhasil melangkah sejauh ini apalagi sampai bisa mendapatkan PR. Hal yang sebetulnya saya syukuri karena begitu memacu dan memecut diri saya untuk membuktikan jika mereka salah, karena tidak ada yang lebih indah dari membalas dendam dengan cara berhasil di hal yang mereka ragukan terhadap diri kita.

Semoga jalan kami diberkati dan kami percaya pasti diberkati. Karena sekali Tuhan buka jalan, Dia tidak pernah setengah-setengah. Yang kita butuhkan hanya percaya dan tidak menyerah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s