Ikhlas kah atau terselubung?

Beberapa waktu belakangan ini, tepat nya mungkin beberapa tahun ini, saya termasuk sangat aktif dalam menelusuri dunia maya. Melakukan surfing dari 1 web ke web lainnya untuk mencari informasi (apa saja) yang bisa membantu saya mempersiapkan segala sesuatu nya untuk rencana saya pindah ke Melbourne (Australia).

Apa yang saya lakukan termasuk blog walking dari satu blog ke blog lainnya. Tidak sedikit, para blogger yang menuliskan 1 kalimat atau notice di blog mereka yang kira-kira artinya gini “kalau butuh tanya-tanya yang kurang jelas email saja”

Masalahnya, 99% hanya pesan pepesan kosong saja. Email tidak pernah dibalas boro-boro dijawab (eh… iya ya ga mungkin dijawab kalau tidak dibalas hehehe…)

Dan yang lebih ironis adalah, ada 2 blogger yang justru tidak menuliskan pesan klise seperti itu tapi menjawab email yang saya kirimkan (karena mereka sudah lebih dulu tinggal di Australia).

Dari 2 blogger itu, ada 1 yang sangat hangat dan helpful dalam menjawab setiap kebingungan saya. Hal yang jujur saja membuat saya takjub, bingung dan bersyukur karena Tuhan memang bekerja dalam cara Nya. Apalagi kami bukan orang yang berkenalan secara personal dan langsung (hanya melalui dunia nyata/ virtual).

Yang ingin saya garis bawahi disini adalah sebuah pesan dari mendiang Papa saya “pintu tidak hanya digunakan untuk keluar saja tapi juga digunakan untuk masuk”. Segala sesuatu yang ada di dunia ini suatu hari akan bertemu entah dimana atau kapan dan bagaimana.

Tanpa bermaksud menggurui, tapi jika memang kita keberatan untuk membuang waktu menjawab pertanyaan orang lain, lebih baik tidak perlu bersikap (pura-pura) baik dan helpful dengan meninggalkan catatan kosong yang seakan-akan kita siap membantu dan menjawab ketidakjelasan  orang lain. Sekurang-kurangnya jawablah “saya kurang tahu mengenai hal itu” atau “saya tidak bisa menjawabnya” sudah cukup membuat orang yang bertanya merasa dihargai (bukan dibohongi). Di era smartphone ini, yang email nya sudah dibawa-bawa dalam kantong celana/baju/jaket, kok rasa-rasa nya alasan tidak ada waktu untuk membalas kurang pas dijadikan alasan.

Saya pribadi, akan berusaha menjawab setiap email yang masuk. Apapun pertanyaannya akan saya jawab, minimal saya jawab “maaf, saya kurang mengerti/ tidak tahu” untuk menghargai orang yang bertanya dan menjaga agar di kemudian hari kelak jika kami berkesempatan bertemu di tengah-tengah pintu disuatu tempat entah dimana, maka kami bisa bersalaman dengan hangat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s