Tags

,

Karena beberapa kawan meminta saya sharing proses ini secara garis besar, jadi saya coba menulis artikel ini.

Banyak orang yang memiliki impian seperti saya, ingin migrasi ke luar negeri. Ada yang ingin migrasi karena punya impian mendapatkan kehidupan yang lebih baik (dalam artian lingkungan yang lebih sehat dan teratur ya, bukan mencari harta/ materi sebagai prioritas), ada yang ingin migrasi karena ingin anak-anak nya mendapatkan pendidikan yang lebih baik, ada yang ingin migrasi karena ingin merasakan hidup diluar seperti apa, dan lain sebagainya.

Saya sendiri adalah salah satu orang yang memiliki motivasi ingin memberikan lingkungan yang lebih baik untuk anak-anak saya, udara dan air yang lebih bersih, kota yang lebih teratur, tidak macet (tentu saja), pendidikan yang lebih baik (menurut saya), dan ingin mendapatkan value of life yang (menurut saya) sulit didapatkan jika masih berada di Jakarta.

Di lain sisi, banyak juga yang masih bingung harus bagaimana setelah memiliki impian tersebut (termasuk saya pada awalnya), nah… saya akan coba berbagi pengalaman yang saya telah dapatkan dan lalui, siapa tau bisa membantu sedikit agar kalian tidak terlalu bingung. Dan yang perlu diingat adalah, ini menurut versi saya ya…

Yang pertama kali harus kita siapkan adalah menyiapkan diri kita, menyiapkan diri kita ini dalam 2 sisi, secara mental dan secara finansial. Migrasi bukan hal mudah dan adalah hal besar (apalagi jika kekuatan finansial kita terbatas). Kita harus SIAP dan TERBUKA dengan semua kondisi yang ada disana karena setiap tempat pasti ada plus minus nya, sejauh kita bisa terbuka dan berani menerima minus nya untuk mengejar plus nya maka kita sudah siap dari sisi mental (termasuk saat kita memutuskan jika tinggal di Jakarta adalah yang terbaik), dan tentu saja harus tidak mudah menyerah karena untuk bisa sampai migrasi dilakukan, kita sudah mengorbankan waktu, tenaga dan uang yang tidak sedikit. Kalau kata wong londo “it’s painful process” but it’s worth it :). Saat sudah berhasil migrasi yang namanya gengsi, pengen nyaman, dan lainnya yang enak-enak yang sudah kita dapatkan disini harus berani kita buang terlebih dahulu sampai kita berhasil survive disana. Kalau saya mengutip kata-kata (alm) Papa saya (yang kebetulan adalah seorang perantau) “Jika ingin merantau bawalah iman dan hanya 1 hukum nya, suka tidak suka telan, enak tidak enak telan, apapun yang terjadi saat merantau telan dan terima, dan jangan pernah menyerah sampai berhasil.”

Satu catatan untuk para Ibu-Ibu yang terbiasa nitip anak ke ortu, menyewa baby-shitter (ups… baby sitter hehehe…) satu anak satu, pembantu, sopir, dan segala macam pembantu lainnya harus siap menjalankan peran mereka saat disana, kecuali kalian seorang yang kaya raya karena disana mahal bingitss…, dan ini juga salah satu hal yang membuat saya mati-matian ingin pergi kesana, saya tidak ingin anak saya tumbuh manja dikelilingi para pelayan, ataupun dari bayi sudah dipegang orang lain, dan saya beruntung memiliki istri yang siap dan terbukti bisa melakukannya (salute to you my dear…)

Setelah diri kita (tentunya pasangan kita juga harus siap bagi yang sudah berkeluarga) sudah siap, hal yang kedua adalah, mintalah ijin dari keluarga inti, iya donk… kita kan mau migrasi, artinya kita akan merantau, dan yang namanya merantau sudah pasti jadi jarang ketemu dan bisa saja pisah jauhh…, minimal orang tua kita harus diberi tahu dan syukur-syukur mereka mengerti dan memberikan restu, jika tidak maka kembali kepada personal masing-masing langkah selanjutnya. Bagi yang sudah menikah saran saya cobalah untuk mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak agar lebih ringan melangkahnya. Saya yakin kok, orang tua kita akan mengerti jika kita bisa menjelaskan keputusan yang kita ambil ini karena ingin memberikan yang terbaik untuk pendidikan dan kehidupan cucu-cucu mereka agar jauh dari polusi dan lain sebagainya.

Yang ketiga tentu prioritas pindah keluar negeri itu apa, jika mencari harta mending jangan deh, kenapa? karena disana kita adalah pendatang, jadi ya akan lebih banyak kesempatan disini jika kita ingin membuka usaha, eh… tapi ini bukan berarti disana ga bisa ya, bukan… tapi disana akan lebih menantang daripada disini jika ingin mencari harta. Itulah kenapa saat sudah memutuskan pindah, kita harus siap dengan “membuang gengsi kita”, selain itu… tidak setiap orang mulus mengurus kepindahan keluar negeri nya, ada 1 hal yang bisa saja sangat sulit didapatkan yaitu visa, jangan mudah menyerah karena apapun bisa terjadi, untuk beberapa negara peraturan imigrasi biasa nya berubah setiap tahun, bisa membuat lebih mudah bisa lebih sulit, kalau ga mau pusing bisa menyewa jasa agen, dan untuk yang menginginkan pindah keluar negeri, saya sarankan mengejar visa permanent residence, kenapa? karena permanent residence memberikan kita hak untuk tinggal lebih lama tanpa tergantung dari kita kerja atau tidak, dan lain sebagainya. Jika memang sulit dan mahal, minimal visa kerja, hanya saja jika dengan visa kerja kita tidak mendapatkan benefit seperti citizen atau permanent residence mereka (sekolah gratis, kesehatan gratis) untuk beberapa negara seperti Australia contoh nya.

Ok, sekarang saya akan coba ceritakan apa saja yang harus disiapkan untuk mengurus visa PR untuk ke Australia, yang sudah saya lalui tentunya (ssttt… kabarnya ini visa yang sulit untuk didapatkan karena Australia sangat ketat)

Yang pertama, tentukan dulu ingin mendapatkan PR dengan cara apa, PR Australia bisa didapatkan dengan (1) sponsor dari keluarga kandung yang sudah PR/ Citizen disana, (2) bisa dengan Skilled independent, (3) bisa dengan sponsor dari perusahaan disana, (4) bisa dengan sponsor dari pemerintah regional disana, atau (5) bisa dengan menikahi orang sana yang sudah PR/ Citizen. Masih ada sih cara yang lainnya, hanya saja kalau saya urai semua disini nanti blog ini jadi mirip web imigrasi Australia hahaha…. Untuk jalur study, yang saya tahu belakangan ini sudah sulit. Nah… untuk setiap nomor itu ada yang tipe visa nya banyak ada yang sedikit, dibaca sendiri ya disini.

Yang umum dilakukan seorang migran dengan jalur bekerja adalah nomor 2, 3 dan 4.

Saya sendiri dulu ambil cara no. 2 dulu lalu gagal, dan sudah pernah saya ceritakan di artikel berjudul mukjizat diatas tadi. Ehh… puji Tuhan dapat kesempatan melalui cara no.3.

Setelah menentukan ingin mengambil visa yang mana, maka step berikut nya adalah membaca ketentuan untuk bisa mendapatkan visa tersebut.

Untuk yang No.2 sistem yang digunakan adalah sistem point, ada minimal point nya yang bisa di baca di web imigrasi Australia di topik skill select, disana juga dijelaskan apa saja yang bisa memberikan point dan bagaimana mendapatkan nya, step nya antara lain sebagai berikut :

1. Menerjemahkan dokumen ke Bahasa Inggris melalui Sworn Translator, untuk Australia sudah ada List nya harus kepada yang mereka setujui sebagai Sworn Translator, bisa dilihat disini.

2. Mempersiapkan IELTS, ada ketentuan kita harus lulus IELTS di score berapa agar bisa mendapatkan point untuk pengajuan Visa PR yang tipe Skilled Independent, untuk saat ini setiap section harus mendapatkan point 7, setiap section ya bukan skor rata-rata 7. Bisa dibaca di web immi yang saya linked diatas tadi.

3. Setelah itu, kita harus assessment sesuai bidang kita, di web imigrasi Australia ada list nya, atau jika tidak mau pusing buka saja google lalu ketik salah satu keyword seperti ini “short occupation list Australia” nah…. bagusnya adalah di list tersebut juga sekalian memberi tahu kita skill apa saja yang sedang dibutuhkan oleh mereka, ada 2 type list, long term list dan short term list, beda nya yang short term lebih cepat berubah-ubah karena biasa nya disusun untuk 1 tahun, yang long term lebih lama karena disusun untuk jangka panjang. Silahkan dibaca disini.

4. Setelah IELTS dan Assessment sudah lulus, tahap berikut nya adalah memasukan aplikasi PR melalui skill select, pastikan point cukup, karena jika tidak cukup mereka tidak akan kasih tahu, aplikasi kalian hanya akan di diamkan sampai batas waktu (kalau tidak salah 12 bulan) lalu di hapus oleh sistem. Nah… inilah saat yang ditunggu-tunggu, setelah point kita dianggap cukup lalu aplikasi kita akan diproses, selanjutnya imigrasi Australia akan meminta kita melakukan Medical Check Up (Jangan medical check up sebelum diminta ya, begitu juga SKCK karena ada masa valid nya), untuk medical check up mereka akan berikan list Rumah Sakit yang ditunjuk beserta dokter nya, kita tinggal pilih. Lalu, mereka juga akan meminta SKCK dari Polda (inget ya harus dari Polda).

5. Setelah itu tinggal tunggu, biasanya dalam 1 bulan sudah keluar hasilnya apakah PR diberikan atau tidak, jika diberikan baca baik-baik 2 hal di Visa grant nomination mereka, yang pertama adalah First Entry, ini adalah tanggal terakhir kita harus masuk untuk pertama kali untuk mengaktifkan Visa kita (jika lewat maka PR hangus), yang kedua Visa Conditions (ini adalah kondisi yang harus kita patuhi agar PR tidak dibatalkan ditengah jalan, jika di tulis NIL maka tidak ada kondisi alias bebas).

6. Lalu…. persiapan pindah, untuk check list persiapan pindah sudah banyak yang share, untuk sebelum pindah bisa dilihat disini, dan sesudah pindah bisa dilihat disini. Tapi… ini hanya guide saja, tentunya kita harus sesuaikan dengan kondisi real kita dengan tetap memperhatikan First Entry tadi.

Oke, kira-kira seperti itu step secara garis besar nya, yang tentunya ada rincian didalam setiap point nya yang memusingkan, itu kenapa untuk saya pribadi lebih prefer menggunakan agen, jadi sudah ada yang mikirin dan ingetin, walaupun saya sarankan juga agar kita kalau bisa juga ngerti lah dikit, jadi bisa saling mengingatkan.

Oh ya, 1 lagi, saat menggunakan agen, kita akan di assess dulu sama mereka, jika memang kita memiliki kemungkinan untuk dapat baru mereka bantu kita maju ke aplikasi, jika tidak mereka akan suruh kita drop, nah ditahap ini biasa nya disebut consulting step, dan harusnya gratis. DAN… hati-hati, cek agen nya bener tidak, untuk Australia bisa menggunakan MARA, atau OMARA (untuk agen diluar Australia). Untuk agen yang tidak ada di list MARA kembali kepada trust masing-masing, karena agen saya tidak masuk dalam anggota MARA, tapi dia bisa dipercaya, baik dan bener ngurusnya. Pasti ada pembaca yang bertanya dalam hati “trus agen lu itu siapa?” Hahaha… bacalah disini.

Sekarang untuk yang cara No. 3 (cara yang akhirnya saya tempuh), untuk cara yang 1 ini tidak menggunakan sistem point, jika nominasi kita lolos (no.5 dibawah) maka kemungkinan PR kita diterima akan semakin besar dan vice versa, secara tahap yang lainnya sama seperti penjelasan diatas dengan urutan sebagai berikut :

1. Menerjemahkan Dokumen (idem).

2. Kita harus memiliki perusahan yang bersedia memberikan sponsor kepada kita. Dan ini sangat tidak mudah. Saya termasuk orang yang beruntung.

3. Ujian IELTS (penjelasan sama seperti diatas)

4. Assessment (Idem)

5. Lodge aplikasi sponsorship, jika saya menggunakan ENS (Employee Nomination Scheme) yang Direct Stream.

6. Lodge aplikasi PR setelah nomor 5 hasil nya lolos (Idem).

7. Medical Check Up dan SKCK saat diminta (Idem).

8. Persiapan saat sudah dapat PR nya (Idem).

Dan, sekarang saya sekeluarga sedang dalam tahap persiapan, pusing?? sudah pasti… pindah rumah saja pusing apalagi pindah negara. Tapi… semua nya layak diperjuangkan demi anak-anak kami, demi pendidikan mereka, pelayanan kesehatan yang lebih baik, lingkungan yang udara dan air nya lebih rendah polusi nya, tidak macet gila-gilaan seperti disini dan tentunya nilai-nilai kehidupan lain yang (menurut saya) tidak bisa didapatkan disini.

Semoga semua lancar dan kami berhasil mewujudkan impian kami. Amin.

Untuk kalian yang akan mulai, sedang on progress, atau sudah tinggal menunggu hasil, tetap semangat dan jangan menyerah.

Advertisements