Tags

,

Keputusan ini bukan sesuatu yang mudah untuk diambil. Mungkin inilah salah satu ketidakmudahan menjadi seorang Bapak.

Semua kenyamanan dan kemapanan yang (menurut saya) sudah saya raih disini, selama ini, sangat tidak mudah untuk di-bargain. Dan saya sangat bersyukur untuk semua pencapaian ini mengingat siapa saya 10 tahun lalu.

Keputusan ini gila, memang saya sadari itu. Entahlah, keinginan agar anak-anak saya bisa mendapatkan tempat agar mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dan sehat begitu kuatnya dalam diri saya. Bahkan jika hal itu harus ditukar dengan semua kenyamanan kami (terutama saya) saat ini, akan saya lakukan.

Tempat dimana memiliki udara dan air yang lebih bersih dengan polusi lebih sedikit, lingkungan yang bisa menawarkan permainan outdoor seperti di taman, lingkungan yang lebih aman (setidaknya itu menurut stastitik yang saya baca) dan teratur, tempat dimana ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik itu tidak diperdagangkan, tempat dimana kesehatan diperhatikan, dan lain sebagainya.

Sebuah impian yang (bahkan) saya sendiri pun takjub saat berani mengejarnya dan meninggalkan semua yang sudah saya raih disini demi anak-anak saya dan tentunya demi masa depan kami sekeluarga.

Apapun yang akan terjadi di depan, langkah ini sudah saya mulai (dan hal yang paling sulit dalam mengejar impian adalah memulai langkah pertama) dan saya tidak akan mundur. Pintu sudah terbuka dengan diberikannya PR kepada kami sekeluarga, sekarang yang perlu saya lakukan adalah mewujudkan impian saya yang liar dan ambisius ini, di kota yang bahkan belum pernah saya datangi sebelumnya dengan membawa seluruh keluarga saya.

Lalu, mengapa saya berani?

Karena Tuhan mempertemukan saya dengan banyak orang-orang baik yang banyak membantu saya selama proses persiapan ini sampai nanti disana. Tuhan juga banyak menunjukan jalan yang tidak pernah kami duga sebelumnya.

Karena saya percaya, sekali Tuhan buka jalan, Dia tidak mungkin setengah-setengah.

Advertisements