Tags

Malam ini, tiba-tiba pikiran saya kembali ke 10 tahun lalu. Mengingat apa yang terjadi di bulan ini 10 tahun lalu membuat saya jadi merinding.

Hidup saya benar-benar seperti dongeng.

10 tahun lalu, 2005 di bulan yang sama, saya sedang berjuang menyelesaikan skripsi saya yang tertunda karena jabatan ketua umum di organisasi kemahasiswaan tahun sebelumnya. Setelah itu, saat lulus saya mulai terlunta-lunta berjuang mencari pekerjaan, dan sempat gonta ganti profesi 3 kali sebelum menggeluti profesi yang sampai sekarang masih saya jalani.

Di 2005, profesi pertama yang saya jalani sambil mengurus skripsi saya adalah menjadi pengajar software AutoCAD dan Primavera. Lalu di tahun yang sama, saat sudah lulus sekitar 2 bulan saya mendapatkan pekerjaan sebagai Project Coordinator di sebuah perusahaan distributor lampu philips, sebagai profesi kedua. Setelah itu di tahun yang sama pula profesi berubah lagi ketiga kalinya, yang agak melenceng dari jalur study saya di elektro, menjadi bagian dari team hukum di group Artha Graha, yang sekali lagi tidak bertahan lama.

Akhirnya, di 2005 sampai awal 2006 saya pun menganggur cukup lama sambil berusaha mencari pekerjaan yang sesuai, dan sambil berusaha untuk mendapatkan pekerjaan di Singapura saat itu (yang hasilnya gagal total). Kehidupan saya pun mulai memasuki masa-masa frustasi dan depresi. Menghabiskan malam dengan bermain karambol atau game di komputer sampai hampir 6 bulan, tidak memiliki uang sepeser pun untuk makan, sampai mama saya menawarkan kalung emas peninggalan papa satu-satunya untuk dia untuk saya jual agar bisa menyambung hidup di Jakarta yang saya tolak dengan halus disertai air mata, karena saya malu sebagai anak lelaki yang sudah pegang Ijazah S1 tapi masih merepotkan orang tua saya…

Saya berusaha bertahan…, sampai sempat melewati sakit Demam Berdarah tanpa masuk Rumah Sakit dan dirawat teman-teman kos saya yang kebetulan ada 2 orang calon dokter saat itu (sekarang 1 menjadi spesialis anastesi dan 1 menjadi spesialis bedah umum), dan beberapa teman yang baik hati mau meminjamkan uang nya untuk membeli obat, pocari sweet (pengganti infus), bubur, dan cek darah. Sampai… pacar saya (istri saya sekarang) meminjamkan uang jajan nya saat saya sedang datang mengunjungi dia karena tidak tega melihat saya makan “asal makan”, yang kemudian membuat saya bingung kenapa dia masih mau menunggu saya yang pernah saya ceritakan disini.

Keadaan itu akhirnya berubah setelah saya mendapatkan pekerjaan yang saya anggap sesuai dengan ilmu saya di awal 2006 atas informasi dan rekomendasi teman baik saya. Profesi ke empat yang kemudian berubah menjadi profesi berikutnya (System Engineer -> Network Engineer -> Network Consultant -> Pre Sales -> Head of Pre Sales) tapi tetap berada di 1 group perusahaan yang sama sampai saat ini, sudah 9 tahun.

Saya merinding jika mengingat semua itu, keadaan yang berubah seperti ini yang tidak mampu dihitung menggunakan akal sehat maupun kalkulator canggih di dunia. Keadaan yang berubah karena kebesaran Tuhan.

Sekarang, 10 tahun kemudian, keadaan saya berubah dari seorang bujangan miskin tanpa pekerjaan tetap dan tidak memiliki masa depan menjadi seorang suami dan bapak dari 2 orang anak yang bahagia dan mapan. Dari seorang pemuda tanpa arah yang berusaha bekerja ke Singapura dan akhirnya gagal menjadi seorang kepala keluarga yang menunggu Australian PR Visa approval dengan keyakinan yang lebih kuat dan harapan yang lebih tinggi (dan semoga berhasil). Dari seorang yang tidak memiliki masa depan dan harapan menjadi seorang yang penuh impian dan harapan untuk meraih masa depan bersama keluarga tercinta nya.

Perubahan dalam 10 tahun ini membuat hidup saya benar-benar seperti dongeng, yang membuat tidak percaya jika diceritakan.

Tuhan sungguh Maha Besar, dan sungguh Maha Baik bagi hamba Nya yang tidak menyerah dan berserah, bagi hamba Nya yang mau tetap berusaha.

Syukur ini… tidak terlukiskan oleh kata maupun kalimat apapun Tuhan… Hamba sungguh beruntung dan bersyukur.

Advertisements