Tags

,

Akhirnya passport Jovan jadi, baru saya ambil hari ini setelah mengendarai motor dari kantor saya di panataran (dekat tugu proklamasi, belakang RSCM, dekat megaria) ke Kanim 1 Soekarno-Hatta dengan sumpah serapah karena macet dan puanass nya ga nahannnn… alhasil basah kuyub seperti tikus baru kecebur di selokan begitu sampai disana. Tidak pakai mikir 2 kali langsung ke kantin nya dan ambil teh botol dingin yang dalam 5 menit langsung mendarat dengan aman dan ceria di perut saya hahaha… lega nya…

Hari ini juga saya laporkan ke agen saya agar di teruskan kepada Imigrasi passport anak saya yang baru lahir ini, semoga kedepannya proses lancar, sekarang tinggal tunggu diberikan HAP ID dimana ini adalah ID untuk melakukan medical checkup, dan setelah itu semoga tidak diminta apa-apa lagi dan bisa langsung masuk ke visa processing nya, duh… sudah tidak sabaran ingin tahu hasilnya…

Entah benar atau tidak, tapi saya merasakan ada perbedaan pelayanan di beberapa instasi pemerintah sejak Pak Jokowi naik menjadi Presiden RI.

Yang Pertama saya rasakan adalah pelayanan di Kelurahan dan Kecamatan, ehmm… ini mungkin sejak Pak Jokowi jadi Gubernur yang sekarang digantikan (orang yang tidak kalah galak) Pak Basuki (AHOK) hehehe… Pelayanan di Kelurahan dan Kecamatan rumah saya benar-benar jungkir balik, lebih tertib, lebih rapi dan yang pasti tidak pakai “wani piro”.

Yang Kedua saya rasakan saat urus surat roya di BPN, luar biasa memuaskan (jujur saya sampai takjub) pelayanannya, penjelasan dari petugas jelas dan tidak berbelit-belit, proses tidak bertele-tele saat semua lengkap, dan yang paling josss adalahhh… SABTU BUKA. Luar biasa !

Yang Ketiga saya rasakan saat urus pemindahan PBB ke nama istri saya sesuai akte lahir ehh…. maksudnya akte tanah rumah saya. Proses yang membuat saya harus bolak-balik 3 kali karena kurang dokumen/ surat ini itu, tapi overall memuaskan juga.

Harapan saya sebagai seorang WNI (yang untuk beberapa kalangan masih dianggap “keturunan”) ini semua bisa semakin baik kedepannya, dan di semua instasi pemerintah. Semoga ya… terlepas dari saya memiliki rencana untuk membesarkan anak-anak saya dimana pun, harapan ini tetap harus kita pelihara (semoga tidak memble pada akhirnya).

Sekarang, saya sedang galau menunggu hasil dari perjuangan kami selama 5 tahun ini yang tinggal 1 langkah lagi, semoga hasilnya bisa memberi kami kunci untuk mewujudkan impian kami. Semoga….

Advertisements