Passport si Kecil

Hari ini, baru saja membuat passport untuk anak kedua/ bayi kami yang baru berumur 20 hari. Sempat berpikir “apakah bisa bikin passport untuk bayi dibawah sebulan ya?”, ternyata bisa selama ada akte lahir dan sudah tercantum di KK.

Pertama kali nya menggunakan sistem online, ternyata mudah dan sangat membantu, tinggal daftar online di web imigrasi (cari di google), lalu isi data, setelah semua selesai mereka akan kirim email konfirmasi dan bukti pendaftaran yang harus di print untuk dibawa ke BNI sebagai lampiran pembayaran. Setelah bayar, BNI akan memberikan bukti pembayaran yang ada nomor/ kode jurnal Bank, kita kembali kepada email yang dikirimkan sebelum nya (yang ada bukti pendaftaran) lalu klik link yang diberikan untuk konfirmasi dengan memasukan kode jurnal bank yang ada di bukti pembayaran dan memilih jadwal pengambilan foto.

Kami memilih Kanim 1 Soekarno-Hatta dengan harapan lebih sepi (dan ternyata tidak….), ruame bener dari jam 7 pagi, antrian sudah panjang. Karena kami bawa bayi yang masih merah, jadi saya minta istri menunggu di dalam mobil dulu sampai saya selesai ambil no antrian. Nanti akan dipisahkan antara yang online dan manual, untuk online dibatasin 100 pengajuan per hari sedangkan manual hanya 60. Jadi untuk pengajuan manual ke 61 maaf ya… silahkan dicoba lagi besok hehehe…

Puji Tuhan petugas imigrasinya sangat baik, karena untuk manula, ibu hamil, dan bayi di sediakan loket khusus agar tidak menunggu terlalu lama.

Dan saat kami sedang antri langsung didatangi dan ditanya “Ibu, bikin passport untuk ade kecil ini (sambil menunjuk ke bayi kami) ?”

“Iya Pak” jawab istri saya.

“Oh, baiklah, mari saya antarkan dokumen ibu ke loket khusus, mari bu ikut saya”.

Dan tidak lama kemudian, nama anak kami dipanggil. Syukurlah, kami tidak perlu menunggu lama sambil gendong si kecil.

Setelah itu, Jovan di baringkan di meja untuk diambil foto nya, setelah kami kitik-kitik sampai bangun dan nangis sebentar, lalu dia mulai membuka mata dia sambil melihat kesana kemari kebingungan hahaha… syukur sekali lagi anak nya tenang, jadi mudah diambil foto nya.

Dan, semua selesai, tinggal mengambil passport nya hari Jumat, lalu di scan untuk dilaporkan kepada imigrasi untuk pembuatan visa.

Setelah itu, tinggal saya perpanjang passport saya kemudian.

Semoga semua lancar dan baik.

Untuk passport anak-anak dibawah 17 tahun syarat nya adalah,
Bawa semua dokumen asli (KK, KTP ibu dan bapak, Akte Lahir yang bikin passport) dan karena anak belum bisa tanda tangan, maka butuh surat pernyataan dari salah satu orang tua yang ber materai, surat ini bisa di dapatkan di koperasi berikut materai nya. Kalau mau aman sih materai bawa sendiri hehehe…

Selain dokumen asli, bawa juga dokumen fotocopy, nah informasi ini yang tidak ada di web imigrasi, untuk di kanim Soekarno-Hatta ada aturan dokumen fotocopy ga boleh di potong kecil (biasanya fotocopy KTP) dan untuk KTP orang tua dari anak yang bikin passport harus di fotocopy di 1 lembar A4 bersamaan (2 KTP 1 lembar kertas).

Ini adalah saat saya bikin passport untuk si kecil saya, bisa saja ada update mengenai tambahan dokumen. Jadi, untuk aman nya buka link imigrasi untuk mencari tahu apakah ada update atau tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s