Jangan 1 sudut pandang.

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, dimana tiba-tiba saya merasakan sebuah kecemasan, ada rasa kawatir, yang membuat saya semalaman berfikir dan tidak bisa tidur nyenyak (untung hari ini sabtu).

Tiba-tiba saya diingatkan oleh kata-kata dari (alm) Papa saya “jangan hanya menggunakan 1 sudut pandang dalam mengambil keputusan besar”.

Ya, ini adalah keputusan besar. Terlepas dari ke-khawatir-an saya mengenai akankah cukup disana, yang setelah saya renungkan ketakutan itu lebih disebabkan oleh pengaruh keadaan saya saat ini yang serba tidak kekurangan dan membuat saya tiba-tiba terserang rasa tidak nyaman untuk keluar dari cangkang nyaman ini, saya mulai melihat dari sudut pandang lain.

Memang sekilas ini terlihat beresiko, akan tetapi seperti yang pernah saya bagikan juga di blog ini, dimana hidup memang harus memiliki resiko untuk bisa lebih baik, membuat saya kembali yakin dan optimis jika kami pasti bisa melalui masa-masa awal yang sulit disana.

Ya… kami (terutama saya) tidak boleh mundur sekarang, tidak… kami harus berjuang, demi anak-anak kami, demi masa depan mereka dan demi masa depan kami.

Tidak ada yang mudah dan tidak ada yang bilang ini mudah, tapi saya berharap menjadi salah satu yang akan mengatakan ini mungkin suatu hari nanti.

Semua kembali kepada kemauan kita untuk keluar dari zona nyaman dan berjuang tanpa takut.

Dan, saya juga percaya, jika memang hidup kedepannya harus dilalui dengan berkecukupan maka itu akan terjadi dimana saja selama kami tidak pernah menyerah.

Kami harus bisa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s