Tags

,

Yup, sesuai judulnya, kami diharuskan untuk sabar sedikit lagi. Setelah akte lahir Jovan, putra kedua kami jadi, lalu kami kirimkan bersama form dari Immi Australia, menurut agen kami kemungkinan besar kami masih harus menunggu health check invitation untuk Jovan.

Proses nya (menurut agen kami) biasanya memerlukan 2 minggu dari hari laporan dibuat/ upload, dan setelah itu baru aplikasi kami benar-benar mulai di proses.

Seharusnya sih medical check up untuk Jovan sama dengan kakak nya dulu, hanya di periksa secara fisik, lalu di lihat-lihat proses pertumbuhannya, tanpa di x-ray maupun ambil darah seperti kami orang tua nya.

Duh… semoga semua lancar… kami dinyatakan sehat semua dan aplikasi kami bisa di terima.

Bicara sebuah kesabaran, jujur sih saya pribadi sudah tidak sabar. Tapi saya masih berusaha untuk sabar mengingat hampir 5 tahun perjuangan ini dilakukan, dan tinggal selangkah lagi semua akan memberikan hasil, apakah bisa atau tidak kami melangkah kesana untuk mengejar dan membangun cita-cita kami.

Ditambah lagi melihat keadaan trafik di kota ini yang semakin hari semakin menggemaskan, tidak hanya padat tapi tingkah laku pengguna nya yang terlampau “manis” membuat saya benar-benar mual, belum lagi drama yang terjadi di pemerintahan kita seputar korupsi lagi korupsi lagi… seakan-akan kita ini rakyat tolol yang gampang di plintir oleh berita (walaupun memang masih banyak yang bisa diperlakukan begitu), ditambah mental dan empati yang semakin hari saya lihat semakin sulit ditunjukan, membuat saya bertanya kepada diri saya sendiri “akankah anak-anak kami besar seperti ini?”

Itulah yang sedang kami usahakan, berusaha untuk menjauh dari semua ini demi masa depan mereka, semoga kami berhasil.

Dan,

Eh…. jangan salah paham dulu, begitu kami berhasil tidak serta merta kami akan lebih mudah membesarkan anak-anak kami disana. Selalu ada tantangan dimana pun kita berada, kami hanya berusaha membuat anak-anak kami tumbuh di tempat yang memiliki tantangan yang sama besar nya tapi memberikan lingkungan yang (menurut kami) lebih manusiawi.

Semoga kami berhasil…. semoga…

Advertisements