Langkah terakhir (Semoga)

Hari ini, istri akan melakukan xray untuk melanjutkan medical check up yang beberapa waktu lalu tertunda karena kehamilan dia.

Harapan kami tentu ini bisa menjadi langkah yang terakhir dan memberikan hasil yang baik untuk aplikasi kami, rasanya sudah tidak sabar ingin mengetahui hasil dari apa yang kami lakukan dan perjuangkan dalam 4 sampai 5 tahun ini.

Walaupun, menurut agen kami ada kemungkinan anak kedua kami yang baru lahir juga disuruh melakukan medical check up, tapi kami disuruh menunggu saja jika hal itu diminta baru kami lakukan.

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah mengirimkan akte lahir anak kami yang kedua kepada petugas imigrasi sana (karena saat hamil kami melaporkan hal tersebut agar anak kami yang kedua ikut mendapatkan PR jika aplikasi kami benar di setujui). Lalu, membuat passport untuk anak kedua kami sekaligus perpanjang passport saya yang sudah akan habis tahun ini.

Setelah semua selesai, dan aplikasi kami sudah diterima, baru kami bisa mulai melakukan persiapan seperti menutup jaringan internet, menutup kartu kredit, telepon pasca bayar (eh… bener kan pasca kalau bayar di belakang :p), menjual mobil kesayangan saya (yang dibeli dengan keringat dan penghematan) dan mulai pesan ke keluarga kami untuk mengurus rumah kami di Jakarta selama kami disana.

Ahh… rasa nya pengen cepet-cepet saja beresin semua nya, paling tidak enak itu adalah menunggu sambil tergantung begini, gregetan kalau kata orang. Sabar…. sabar…. toh sudah sampai sejauh ini dan selama ini, sabar beberapa bulan lagi saja hehehe….

Sekarang, saya sedang was was dag dig dug karena sudah 2 hari ini matahari ngumpet pagi-pagi, jadi tidak bisa jemur bayi, ini saja sambil ketik blog sambil nengak nengok ke arah balkon berharap melihat terik dan hasil nya kecele terus.

Semoga tidak lama lagi sang mentari keluar menyapa udara pagi dan burung yang berkicau. Jadi saya bisa mulai menjemur bayi saya.

Dan… kami sangat bersyukur bisa mulai menyesuaikan irama dengan cukup cepat dan mudah, mungkin karena kami memang sudah terbiasa dan berlatih terus saat anak yang pertama lahir, sehingga saat ini potensi ke”kaget”an nya sudah menurun.

Semoga irama ini bisa dijaga sampai kami berada disana (semoga berhasil sampai kesana), karena disana benar-benar menjadi keluarga rantau yang berdiri sendiri. Bisakah? pasti bisa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s