Sebuah Kerelaan.

Luka batin.

Itulah kata yang selalu keluar saat saya sedang berdiskusi mengenai hal-hal yang sifat nya pengembangan diri.

Jika dipikirkan kembali, memang benar, ada kelukaan batin dalam diri saya, hal itu yang kemudian mengubah saya secara perlahan dan tidak terduga apalagi terasa sudah membuat saya menjadi personal yang miring sedikit demi sedikit sampai semakin jauh secara tidak sadar.

Beruntungnya saya, ada beberapa orang yang menyadari hal itu dan memberitahukan nya kepada saya. Terutama 1 orang yang namanya tidak bisa saya sebutkan disini, terlepas dari enak tidak nya saya menerima apa yang keluar dari beliau, 1 hal yang pasti segala nya yang tidak enak dan membuat kesal di awal perlahan mulai membuka mata saya dan yang paling penting hati saya, luka batin itu terlalu berbahaya.

Keadaan luka batin yang sudah pada tingkat mengkhawatirkan tidak hanya membuat mentalitas penderitanya akan jatuh setahap demi setahap tapi juga akan membuat fisik secara jasmani menjadi sakit bahkan sampai sakit parah.

Luka batin, setelah apa yang saya jalani dan lewati, ditemani oleh masukan, kritik, dan proses yang tidak mengenakan memberikan saya sebuah jawaban tentang penyembuhnya. Ya, harus berani merelakan.

Sebuah kerelaan, kata yang mudah di ucapkan tapi kesulitan melakukannya melebihi sulit nya menjalani hidup ini.

Belajar merelakan itu sangat sangat sulit tapi bukan berarti tidak bisa. Sangat memungkinkan bisa hanya saja membutuhkan usaha yang tidak sedikit.

Saat ini saya sedang menuju kesana, dan jujur saja hidup saya menjadi lebih ringan dan bersemangat walaupun belum sampai akhir dari sebuah merelakan.

Mungkin ini yang disebut orang move on. Memang tidak mudah, tapi saat langkah pertama sudah berhasil maka hidup kita serasa bangun dari tidur panjang. Lebih hidup.

Saya adalah orang yang beruntung, karena masih memiliki orang-orang yang mau mengingatkan dan menegor terlepas dari apa yang saya tunjukan sebagai sikap defensif.

Sebuah kerelaan, sebuah pencapaian lain dalam hidup saya untuk bisa menuju jenjang yang lebih baik lagi. Semoga saya bisa menyadarkan diri saya lagi untuk kerelaan-kerelaan lainnya dalam perjalanan hidup ini yang serasa layak untuk diambil dan dilakukan. Setidaknya, belajar mendengarkan orang-orang yang peduli dan sayang kepada saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s